PENGALAMAN ORGANISASI DALAM MENANGANI PERMASALAHAN YANG SAMA DENGAN KEGIATAN YANG SEDANG DILAKUKAN

• Melakukan Konsultasi dan pendampingan bagi difabel yang memiliki masalah dan pendampingan organisasi difabel baru (5 Kabupaten/Kota diPropinsi DIY dan Propinsi Jawa Tengah ( Kabupaten/Kota magelang dan Kabupaten Klaten )
• Advokasi anti Diskriminasi terhadap Difabel dalam penerimaan CPNS tahun 2006.
• Training TOT HAM bagi kelompok Difabel se DIY JATENG berkerjasama dengan Komnas HAM pada 27 Agt – 1 Sep 2005
• Mengadakan sasarasehan dengan tema refleksi kebijakan pemerintah terhadap Difabel dalam rangka memperingati hari Difabel Internasional Desember 2005
• Training Hak Ekosob mengenai anggaran berkerjasama dengan IDEA pada Januari – Februari 2006
• Membentuk jaringan advokasi difabel untuk mendesakan kebijakan yang berperspektif difabelitas.
• Training Hak Ekosob bagi jaringan Pegiat HAM Se-Jawa pada bulan Maret 2006 berkerjasama dengan Komnas HAM.
• Melakukan advokasi kebijakan publik mengenai anggaran pemerintah dalam pengalokasian anggaran bagi kelompok difabel yang jelas.
• Melakukan sosialisasi hak hak difabel di kelompok difabel
• Melakukan advokasi hak ekosob bagi kelompok difabel terhadap kebijakan daerah.
• Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan aktivitas Tanggap bencana gempa 27 mei yang melanda DIY –Jateng, antara lain :
• Bekerjasama dengan PMI –IRC untuk menyalurkan alat bantu bagi korban gempa
• Bekerjasama dengan Falsafatuna untuk menyalurkan bantuan kebutuhan pokok (sembako dll)
• Menyediakan tempat penampungan sementara / shelter untuk rumah produksi bagi difabel yang menjadi korban gempa
• Bergabung dalam posko SBY ( Semangat Bangkit Jogja ) dalam program recovery
• Berkerjasama dengan komnas HAM dalam Pemetaan Masalah Kebutuhan Penyandang cacat Paska Gempa 27 Mei 2006
• Berkerjasama dengan RHK kemitraan Australia dengan Indonesia dalam program livelihood Di wilayah Kabupaten bantul dan Kabupaten Klaten
• Bekerja sama dengan Komnas HAM dalam Sosialisasi Konvenan Internasional Hak Penyandang cacat dan pendesakan pendatanganan Konvenan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Read More

KESEHATAN REPRODUKSI DAN PEREMPUAN DENGAN DISABILITAS BARU (SEBUAH PENGALAMAN PENDAMPINGAN TERHADAP PEREMPUAN KORBAN GEMPA BUMI JATENG-DIY 2006)

Latar belakang : masalah individu serta social yang dialami oleh perempuan dengan disabilitas baru
Kehidupan perempuan dengan kecacatan yang baru diterima setelah mereka dewasa, pernah menikmati hidup secara mandiri tanpa pertolongan, bantuan, dan bebas beraktifitas secara social ataupun ekonomi sangat berat. Terlebih lagi pada perempuan yang merupakan tulang punggung keluarga, hidup dengan disabilitas, menggunakan alat bantu seperti kursi roda, kehilangan mata pencaharian, kehidupan social bahkan keluarganya.
Penerimanaan diri secara positif terhadap kecacatan menjadi persoalan pertama yang harus diselesaikan sebelum melangkah pada persoalan yang lain yaitu pengembalian aktivitas social dan pengembalian perekonomian / penghidupannya.

Proses penerimaan diri secara positif bagi perempuan dengan disabilitas baru dimulai dari bagaimana pemahaman kondisi mereka yang “baru” secara utuh, secara fisik ataupun non fisik. Secara fisik adalah mereka menyadari apa yang berubah pada diri mereka seperti kehilangan anggota badan (kaki, tangan, sebagian atau seluruhnya), atau tidak berfungsinya sebagian dari anggota gerak walaupun masih ada (misalkan kelumpuhan bagian pinggang kebawah) seperti paraplegia ataupun parapharase. Apa yang masih mampu dilakukan dan apa yang sudah tidak mampu dilakukan dengan mandiri pada kondisinya yang baru. Pemahaman secara rasional apa yang sebenarnya telah terjadi dan kedepan dengan kondisinya tersebut, karena sebagian besar dari mereka masih mempunyai harapan besar bahwa mereka hanya sakit dan akan sembuh suatu saat.

(more…)

Read More

PENTINGNYA ASI BAGI IBU DAN ANAK

Saat ini sedang digalakkan IMD ( Inisiasi Menyusui Dini ) bayi disarankan untuk mengkonsumsi ASI dini yang banyak mengandung kolostrum yang sangat bagus untuk gizi bayi. Bayi yang baru lahir organ tubuhnya belum sempurna, sehingga hatinya tidak bisa memompa darah dengan baik, jika darah tidak disaring dengan baik oleh hati maka racun akan terbawa dan berakibat kuning pada kulit, untuk itulah pentingnya ASI, terutama yang pertama keluar yang berwarna kuning dan kental, itulah yang mengandung gizi yang hebat sekali, mengandung antibody yang tidak ada di susu formula. Jika kita punya saudara atau putri yang mengandung silahkan disarankan. Bayi sebenarnya tahan 3X24 jam tidak kemasukan apa apa karena dia masih punya stok makanan sejak dia di dalam rahim.

(more…)

Read More

SAPDA Go to School

Dalam program untuk mendekatkan SAPDA dengan masyarakat sosial khususnya para pelajar, maka pada bulan November 2013 kemarin program SAPDA Go to School sudah dimulai. Kegiatan ini berupa sosialisasi atau mainstreaming diffabel terhadap sekolah dengan tujuan agar para siswa dan guru paham tentang isu-isu yang terjadi tentang disabilitas. Dengan harapan agar pengetahuan ataupun isu-isu tentang disabilitas bisa ditreima di kalangan sekolah baik murid maupun guru, sehingga nantinya tidak lagi memandang penyandang disabilitas sebagai hambatan dalam menuntut ilmu di sekolah. Juga diharapkan nantinya kepada pihak sekolah bisa menerima siswa difabel di sekolah sehingga sekolah itu menjadi sekolah inklusi.

Dalam program SAPDA Go to School ini, SAPDA mengajak teman-teman diffabel dari berbagai jenis disabilitas sebagai narasumber. SAPDA telah mengunjungi beberapa sekolah, diantaranya : SMAN 1 Srandakan Bantul, SMP Muhammadiyah 1 Sleman, SMPN 2 Yogyakarta, dan SMP Kanisius Bambanglipuro Bantul.

Metode yang dilakukan adalah:
mengenalkan tentang jenis-jenis disabilitas secara langsung maupun melalui media;
bagaimana caranya berinteraksi dengan penyandang disabilitas;
menyebutkan beberapa faktor penyebab terjadinya seseorang dapat menyandang disabilitas.
Semoga dengan adanya kegiatan ini secara rutin juga bisa mempromosikan pergerakan kaum disabilitas untuk berkarya, berkreasi dan membantu teman-teman penyandang disabilitas untuk maju bersama.

Read More

Profil Sapda

TENTANG SAPDA
Lembaga Sapda merupakan singkatan dari Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak,yang berdiri pada bulan Juli 2005 dan menjadi badan hukum dengan pengesahan pada 2 Desember 2005 dengan akta Notaris : Anhar Rusli,SH.nomor : 51 tahun 2005.

Tujuan dirikannya lembaga ini adalah agar terciptanya suatu inklusifitas dalam aspek kehidupan sosial yang menjadi hak dasar Perempuan,Difabel dan Anak dibidang pendidikan,kesehatan dan pekerjaan atas dasar persamaan Hak Asasi Manusia.
Lembaga Sapda bergerak dalam Advokasi kebijakan ditingkat daerah, Pendidikan,Pendamping dan Pemberdayaan terhadap Perempuan,Difabel dan Anak. Khususnya dalam sektor kesehatan dan pendidikan.Saat ini lembaga Sapda masih memfokuskan pada beberapa aktifitas,yaitu :
Penguatan dan pemberdayaan Perempuan Difabel di wilayah kabupaten Propinsi di indonesia
Pendampingan Difabel dan penguatan organisasi ditingkat lokal (daerah),
Melakukan kajian Keilmuan dan riset
Advokasi kebijakan kesehatan difabel
Pendampingan kesehatan kepada Difabel di Propinsi DIY
Tujuan atau Visi Organisasi :

Terciptanya suatu inklusifikasi dalam aspek kehidupan sosial yang menjadi hak dasar Perempuan,Difabel dan Anak dibidang pendidikan,kesehatan dan pekerjaan atas dasar persamaan Hak Asasi Manusia. (more…)

Read More