Written by Media SAPDA on March 4, 2016 in Beranda Berita Kegiatan

Berkaitan dengan mandat Komnas Perempuan dalam upaya menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan dalam upaya menyebarkan berbagai jenis pengetahuan hasil kerja berbagai lembaga yang bergerak di isu HAM, melalui program kerja Jaringan Katalog Perpustakaan Online , Komnas Perempuan melalui divisi Resource Center (RC) mengadakan kegiatan Sosialisasi, Assessment, dan Pelatihan Pengelolaan Dokumen, Publikasi dan Koleksi buku Berbasis Katalog perpustakaan Online. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan kapasitas mitra forum pengada layanan dan mitra lainnya dan pengelolaan pengetahuan sesuai karakter masing-masing lembaga. Komnas Perempuan bersama dengan mitra lembaga lainnya telah membentuk situs PUSTAKAHM.ID dimana akses pencarian informasi data buku dari masing masing lembaga bisa diakses melalui situs ini. Situs ini menjadi search engine menuju perpustakaan online mitra lembaga Komnas Perempuan.

Selama 2 hari, 2 dan 3 September 2015 pelatihan ini dilakukan dengan peserta berasal dari lembaga berbeda. Lembaga-lembaga mitra Komnas Perempuan yang mengikuti pelatihan ini adalah SAPDA, CIQAL, LRC KJHAM, AISYIYAH, SAPER, UPIPA WONOSOBO, RIFKA ANNISA, dan SPEK HAM. Pelatihan ini difasilitasi oleh pak Joseph dari divisi RC dan pak Farli. Pelatihan ini juga didampingi oleh mbak Nungki selaku Koordinator RC dan mas Dodo, IT dan fotografer acara.

Dalam 2 hari masa belajar, peserta dipahamkan dengan apa itu perpustakaan. Perpustakaan bukan hanya sebagai ‘gudang’ ilmu pengetahuan, namun juga tempat rekreasi, untuk itu penting menjadi perhatian di masing-masing lembaga untuk menata perpustakaannya agar menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya pemahaman tentang perpustakaan, namun peserta juga diminta untuk menggambar skema/gambar kondisi perpustakaan masing-masing lembaga. Pada dasarnya, perpustakaan seharusnya merambah lapisan elemen masyarakat. Untuk itu, diharapkan semua elemen masyarakat dapat dengan mudah mengakses perpustakaan dimanapun mereka berada. Salah satunya dengan menuju proses digitalisasi katalog perpustakaan, bagaimana perpustakaan dapat diakses melalui internet dan mendapatkan informasi yang sesuai.

Pak Farli memberikan pengetahuan, dalam mendata buku yang ada di perpustakaan, langkah awal dalam Pengolahan Bahan Pustaka (Buku dan terbitan serial) dengan cara :

  1. Pencatatan dalam buku induk. Apabila perpustakaan mendapatkan buku atau majalah baru, baik melalui pembelian maupun hadiah, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencatatnya dalam buku induk. Buku induk penting untuk mendata koleksi perpustakaan yang dimiliki perpustakaan
  2. Klasifikasi. Pada buku induk, ada satu kolom yang mungkin buat yang mencatat dalam buku induk tidak bisa langsung mengisinya. Kolom tersebut ialah klasifikasi. Klasifikasi pada dasarnya bermanfaat untuk mengelompokkan buku sesuai dengan subyek yang menjadi bahasan dalam buku. Biasanya klasifikasi ditulis dalam bentuk kode angka. Adapula yang menggunakan kode angka, huruf dan tanda baca. Namun, pada panduan ini menggunakan kode angka khususnya menggunakan Dewey Decimal classification (DDC). DDC merupakan system klasifikasi persepuluhan Dewey. Dewey merupakan pustakawan dari Amerika Serikat. Klasifikasi ini membagi ilmu pengetahuan dalam 10 bagian. Agar tidak kesulitan, maka pelajari bagan DDC (terlampir). Untuk menentukan nomor klasifikasi suatu buku, maka tentukan dulu, kira-kira buku ini membahas tentang apa. Setelah kita tahu apa bahasan buku, ini lihat bagan DDC, kira-kira subyek tersebut masuk pada nomor klasiikasi berapa.

Contoh :

Judul : Panduan Bantuan Hukum di Indonesia

Subyek : Hukum

Klasifikasi : 340

  1. Deskripsi Bibliografi. Menuliskan rincian data buku pada form yang sudah dibuat.
  2. Labelisasi. Pada penempelan label buku, dapat merancang sendiri dengan menggunakan kertas biasa yang kemudian di lem atau kertas stiker dan ditempel pada punggung buku. Penempelan dilakukan 2 cm dari bawah punggung buku.

Di sini pak Farli mengarahkan dalam membuat katalog. Untuk lebih memudahkan dalam mengakses pencarian buku, maka katalog dibuat online. Hal ini dimaskudkan agar pencari data lebih mudah mencari buku sedangkan pustakawan pun juga dengan mudah mengontrol buku apa saja yang dimiliki dan akses keluar masuk buku di perpustakaan. Peserta dibimbing dalam menginstall program Senayan Library Management System (SLiMS). Dalam menginstal memang tidak mudah bagi peserta yang belum memahami IT. Namun karena ada beberapa peserta yang sebelumnya sudah mengakses SLIMS maka proses pelatihan pun dapat terbantu. Mas Dodo yang mengarahkan dalam proses penginstalan ini pun mengalami kendala dimana ada beberapa laptop peserta yang tidak dapat menerima instalan program.

Pelatihan ini memang tidak mudah, maka diperlukan tahapan selanjutnya untuk meng up date perkembangan masing-masing lembaga dalam mengelola perpustakaan. Adanya perwakilan dari region Jawa Tengah yang dapat mengakomodir kebutuhan dari teman-teman lainnya memudahkan proses pengelolaan perpustakaan online ini.

Sebagai lembaga yang telah menggunakan program SLIMS, Rifka Annisa menjadi tim leader untuk mengajak teman-teman lainnya agar secara kontinyuitas mengelola data dan katalog online perpustakaan.

Rencana tindak lanjut dari internal lembaga SAPDA adalah memulai untuk mendata dan menata buku-buku yang sudah ada. Proses awal dengan mendata buku dan memasukkan ke dalam data buku induk. Setelah itu nantinya akan mengklasifikasikan jenis dan kelas buku serta melakukan labelling. Tentu saja proses ini tidak akan berjalan dengan mudah dan cepat, karena SDM juga menjadi kendala dalam proses ini. Diharapkan ke depannya SAPDA menjadi data center disabilitas bagi para pencari ilmu, dengan mewujudkan proses perpustakaan online yang terintegrasikan dalam situs PUSTAKAHAM.ID. (Dhinda)

Leave Comment