Skip to main content

SAPDA Go to School

Dalam program untuk mendekatkan SAPDA dengan masyarakat sosial khususnya para pelajar, maka pada bulan November 2013 kemarin program SAPDA Go to School sudah dimulai. Kegiatan ini berupa sosialisasi atau mainstreaming diffabel terhadap sekolah dengan tujuan agar para siswa dan guru paham tentang isu-isu yang terjadi tentang disabilitas. Dengan harapan agar pengetahuan ataupun isu-isu tentang disabilitas bisa ditreima di kalangan sekolah baik murid maupun guru, sehingga nantinya tidak lagi memandang penyandang disabilitas sebagai hambatan dalam menuntut ilmu di sekolah. Juga diharapkan nantinya kepada pihak sekolah bisa menerima siswa difabel di sekolah sehingga sekolah itu menjadi sekolah inklusi.

Dalam program SAPDA Go to School ini, SAPDA mengajak teman-teman diffabel dari berbagai jenis disabilitas sebagai narasumber. SAPDA telah mengunjungi beberapa sekolah, diantaranya : SMAN 1 Srandakan Bantul, SMP Muhammadiyah 1 Sleman, SMPN 2 Yogyakarta, dan SMP Kanisius Bambanglipuro Bantul.

Metode yang dilakukan adalah:
mengenalkan tentang jenis-jenis disabilitas secara langsung maupun melalui media;
bagaimana caranya berinteraksi dengan penyandang disabilitas;
menyebutkan beberapa faktor penyebab terjadinya seseorang dapat menyandang disabilitas.
Semoga dengan adanya kegiatan ini secara rutin juga bisa mempromosikan pergerakan kaum disabilitas untuk berkarya, berkreasi dan membantu teman-teman penyandang disabilitas untuk maju bersama.

PROFIL SAPDA

 

PROFIL SAPDA
(SENTRA ADVOKASI PEREMPUAN DIFABEL DAN ANAK)

Lembaga SAPDA merupakan singkatan dari SENTRA ADVOKASI PEREMPUAN DIFABEL DAN ANAK, Badan Hukum Atas nama lembaga SAPDA no. 51 tahun 2005 dengan Akta Notaris Anhar Rusli, diubah dengan no. 7 tahun 2013 dengan akta notaris Herry Sabto Widodo, dan dilakukan perubahan bentuk kelembagaan menjadi Yayasan pada tahun 2016 dengan nama Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak dengan Akta Notaris Ika Farikha no. 4 tanggal 12 Oktober tahun, 2016 , dan disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-0040582.AH.01.04 tahun 2016 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak.

Alamat                : Komplek BNI No. 25 Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta
Telepon/ fax      : 0274-384066
Email                  : info_sapda@yahoo.com/sapda2005@gmail.com
Website              : www.sapdajogja.org
Kontak Person  : Nurul Saadah Andriani, SH

Visi, Misi Lembaga SAPDA dan Rencana strategis 2017-2020

Visi:
Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA) adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan visi “perjuangan mewujudkan perubahan, keadilan, kebebasan, kesejahteraan dan kesetaraan untuk pemenuhan dan perlindungan hak perempuan, penyandang disabilitas dan anak dalam masyarakat inklusi atas dasar persamaan hak asasi manusia”.

Misi:
1. Melakukan kajian keilmuan dan penelitian ilmiah.
2. Memperjuangkan terwujudnya kebijakan public yang menjamin pemenuhan hak-hak dasar perempuan, difabel dan anak dibidang pendidikan, kesehatan dan pekerjaan.
3. Melakukan pemberdayan, pendidikan dan advokasi tentang issu-issu perempuan, difabel dan anak dikalangan masyarakat luas.
4. Menjalin kerjasama dengan stakeholder berkaitan dengan penanganan persoalan, difabel dan anak.
5. Membangun sapda sebagai crisis center bagi perempuan, difabel dan anak.
6. Mewujudkan pusat sumber informasi, data, pengetahuan dan pembelajaran tentang Perempuan, Difabel dan Anak