DIFABEL DAY, PENGGERAK SEMANGAT MEMBONGKAR PERBEDAAN

“Pengesahan UNCRPD (United Nation Convention on the Right of People with Disability) memicu semangat teman-teman disabilitas dalam menyongsong masa depan tanpa batas, be unlimited..”

Seperti diketahui Indonesia telah meratifikasi UNCRPD pada bulan November 2011, atau sering dikenal dengan Konvensi PBB tentang Hak Penyandang Disabilitas/Penyandang disabilitas dalam UU no.19/2011. Konvensi tersebut merupakan “Perjanjian Hak Asasi Manusia yang comprehensive dan sekaligus merupakan konvensi maupun development tool terkait dengan penghormatan, pemenuhan dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas secara lintas sektoral.” CRPD mencakup 50 pasal tentang hak-hak penyandang disabilitas yang mengatur pemenuhan hak penyandang disabilitas di bidang pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, akses mobilitas, sosial, budaya, ekonomi, olahraga dan rekreasi serta berbagai hal yang mendukung kemandirian dan kesetaraan hak penyandang disabilitas di dunia. Adapun konvensi ini memiliki sinergi dengan konvensi-konvensi yang sebelumnya telah dibuat oleh PBB dan diratifikasi oleh lebih dari 100 negara di dunia sampai dengan tahun 2013 ini. Selain itu, Indonesia juga menyepakati bahwa penyebutan yang dipakai untuk mengganti penyandang cacat yaitu dengan penyandang disabilitas.

Melihat dari konten yang terkait dengan pemaparan atas hak-hak yang didapatkan oleh penyandang disabilitas maka hal ini merupakan sebuah payung hukum bagi penyandang disabilitas di Indonesia untuk mendapatkan hak yang sama dengan non disabilitas. Akses-akses yang semula tertutup harus segera dibuka, tentunya hal ini tidak akan semudah membalikkan telapak tangan, karena untuk ikut andil dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, harus memiliki jiwa dan semangat tinggi untuk membongkar dinding perbedaan yang selama ini ada dan tidak terakses. Perjuangan yang dilakukan pun tidak hanya bekerja sendiri, namun harus merangkul beberapa pihak, instansi, lembaga maupun organisasi lokal/daerah.

Read more about DIFABEL DAY, PENGGERAK SEMANGAT MEMBONGKAR PERBEDAAN

PERSEPSI DIFABEL DAY

Sholih Muhdlor, Low vision disability
“..disabilitas bukanlah hambatan, so what? Lalu kenapa??”
Disability/Difabel Day memiliki arti yang sangat luas, sejak digaungkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada tanggal 3 Desember, setiap person with disability mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional. Banyak cara dalam memperingati hari penting ini, bisa dengan kampanye, gelar aksi, diskusi, konser, jalan santai, lomba kreatifitas, dan lain-lain. Pemahaman akan arti dari Difabel Day ini juga beragam, seperti Mas Sholih Muhdlor yang akrab disapa mas Sholih, seorang difabel low vision yang tidak menganggap bahwa disabilitas bukanlah hambatan, yang sudah malang melintang dalam dunia organisasi disabilitas ini memiliki sebuah definisi tersendiri mengenai hari penting ini. Berikut hasil perbincangan tim media SAPDA dengan Mas Sholih :
Menurut anda, apakah difabel day itu?
Difabel day adalah sebuah moment yang luar biasa bagus untuk kemudian mengingatkan kepada kita semua, bahwa ada keberagaman manusia di atas bumi ini, bahwa bumi ini tidak selalu dan melulu berisi perempuan – laki laki, kaya miskin, orang desa – orang kota, tapi juga bahwa ada kelompok masyarakat (dalam hal ini orang dengan disabilitas) yang sampai sekarang masih mangalami peminggiran dan stigma negatif dari kelompok masyarakat yang lain, baik itu peminggiran secara budaya, ekonomi, sosial, pendidikan, dan lain-lain. Bahwa kemudian dengan difabel day ini kita diminta untuk berhenti sejenak, menengok sekitar, dan bertanya pada diri sendiri : Apa yang sudah saya lakukan untuk membuat diri saya dan dunia ini menjadi lebih baik?
Menurut anda secara personal, apakah anda tahu mengenai sejarah dari difabel day ini?
International Day of Person with Disabilities adalah sebuah hari dimana PBB menetapkan sebagai hari peringatan untuk orang dengan disabilitas, setiap tanggal 3 Desember, digunakan sebagai hari peringatan ini. Setiap tahun, PBB akan menetapkan sebuah tema peringatan yang bebas diterjemahkan atau diwujudkan oleh setiap orang yang memperingatinya.
Menurut anda, apakah perlu memperingati difabel day? Dengan cara apa saja anda memperingati difday tersebut?Perlukah memperingati International Day of Person with Disabilities ini?
Perlu.

Read more about PERSEPSI DIFABEL DAY

LAPORAN HASIL DISKUSI : MENGUPAS LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK REMAJA DENGAN DISABILITAS

Tempat : Pendopo SMK N 3 (SMSR) Kasihan, Bantul (25 November 2014)

Dalam rangka memperingati hari Difabel Day Internasional, 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, dan juga menyelenggarakan Launching Buku Sewindu SAPDA yang diadakan pada tanggal 24, 25 dan 26 November, lembaga SAPDA menggelar beberapa kegiatan untuk memperingati event tersebut. Rangkaian acara tersebut berupa launching buku yang sudah terbit dan dipublikasikan kepada khalayak umum, workshop lukis anak, pameran foto dan diskusi. Salah satu diskusi yang dilakukan pada tanggal 25 November 2014 adalah mengenai Layanan Kespro (Kesehatan Reproduksi) untuk Remaja Dengan Disabilitas, dimoderatori oleh Mas Sholih Muhdlor (Staff WDCC SAPDA) dan dihadiri oleh peserta dari berbagai komponen seperti perwakilam Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, orangtua anak dan remaja dengan disabilitas, penggiat isu-isu disabilitas dan beberapa peserta lain.

Tujuan dari diskusi ini antara lain :
1.Mengetahui lebih jauh layanan kesehatan reproduksi yang telah diberikan oleh pemberi layanan kepada remaja dengan disabilitas

2.Mendapatkan rekomendasi bagaimana bisa memasukkan mainstreaming disability dalam isu kesehatan reproduksi

3.Pembahasan aktivitas dan program kedepan untuk mendorong kebijakan, program, layanan dan informasi kesehatan reproduksi & seksualitas bagi remaja dengan disabilitas, keluarga dan organisasi penyandang disabilitas.

Read more about LAPORAN HASIL DISKUSI : MENGUPAS LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK REMAJA DENGAN DISABILITAS

NARASI SINGKAT SIARAN DI SINDO TRIJAYA FM

Dalam menyuarakan isu-isu mengenai anak dengan disabilitas, berikut cuplikan narasi singkat siaran di Radio Sindo Trijaya FM, 28 Agustus 2014 dalam program Parenting Corner :
Narasumber : Novia Rukmi
Tema : Peran Ibu dalam mengasuh Anak dengan Disabilitas
Disabilitas, menurut Bu Novi berpendapat bahwa mereka yang disabilitas memiliki kendala, hambatan dari mereka sendiri karena kondisi fisik, mental dan psikologi. Anaknya menyandang CP (cerebral palsy) yang merupakan disabilitas dengan gangguan kemampuan berpikir, dan CP ini cenderung mengalami disabilitas ganda. Pada awalnya, saat usia anak berumur 4 bulan ada yang berebeda, kondisinya tidak sesuai dengan anak seusianya, namun karena beberapa petuah dari orang tua, maka perbedaan kondisi tersebut tidak begitu dikhawatirkan. Di kala anak normal bisa berjalan pada umur 2 tahun, anaknya dapat berjalan pada saat usia 7 tahun, dan saat ini usia anaknya menginjak 12 tahun. Disabilitas anak, dapat dilihat dari 2 perspektif : yang pertama dari orang tua (hampir semua orang tua melakukan complain ke Tuhan, mengapa mereka yang mengalami hal tersebut, namun memiliki anak dengan disabilitas itu adalah sebuah anugerah, sebagai orang tua harus bisa bersyukur karena dengan itu orang tua diberikan anugerah yang sangat luar biasa); yang kedua dari luar (sesuatu yang aneh pasti terjadi ketika orang lain melihat anak Bu Novi ketika sedang berjalan-jalan, itu merupakan hal yang biasa dialami); dan dari kedua perspektif itulah bu Novi mulai mengadvokasi masyarakat tentang CP.

Read more about NARASI SINGKAT SIARAN DI SINDO TRIJAYA FM

SAKSOPLEGIA

Paraplegia adalah orang dengan kerusakan syaraf pada tulang belakang yang sehingga menyebabkan kelumpuhan pada sebagian dari organ fisiknya. Beberapa dari paraplegia ini mereka ada yang bahkan alat kelaminya tidak berfungsi secara maksimal dan bahkan ada yang tidak berfungsi sama sekali. Ada beberapa dari paraplegia ini yang melakukan beberapa metode terapi namun hasilnya nol, ada juga […]

SEKOLAH TERVAVAYLAN

Saat ini saya sedang menimba ilmu disebuah kota bernama Oulu yang terletak di sebuah negara yang katanya punya sistem pendidikan terbaik di dunia, yaitu di Finlandia. Di sini saya dan teman-teman mendapat kesempatan untuk berkunjung ke beberapa sekolah. Salah satu sekolah yang kami kunjungi adalah sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan difable. Saya berkesempatan berkunjung ke sekolah ini pada tanggal 29 Oktober 2012. Tulisan saya akan mengajak teman-teman untuk melihat lebih dekat bagaimana Finlandia memberikan perhatian pada difable dan anak-anak berkebutuhan khusus.
Sekolah yang kami kunjungi bernamaTervavayla (dibaca: Tervavaula). Sekolah yang terletak di pusat kota Oulu ini sudah berdiri selama hampir 100 tahun dan mempunyai beberapa unit. Unit yang saya kunjungi bernama Lahipito, mempunyai gedung yang baru dibangun pada tahun 2007. Gedung baru ini pernah menjadi sekolah dengan gedung terbaik di dunia. Seperti hampir semua sekolah di Finlandia, sekolah ini dibiayai oleh negara dan dapat diakses dengan gratis. Murid-muridnya berasal dari seluruh Finlandia dan beberapa datang dari luar Finlandia seperti Jerman dan negara-negara lain di Eropa Utara.

Read more about SEKOLAH TERVAVAYLAN

PENGORGANISASIAN MASYARAKAT

Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Dibutuhkan jiwa kepemimpinan, ketekunan dan keberanian untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Selain itu juga harus memahami tentang sistem yang ada, sehingga dapat menghasilkan output calon pemimpin yang dapat memimpin dengan bijak dan smart. Bekal itulah yang diberikan oleh Sapda kepada staffnya pada tanggal 20 dan 21 Januari 2014 bertempat di Cangkringan Yogyakarta.
Materi yang diberikan oleh narasumber, bapak Awang Trisnamurti merupakan ilmu yang sangat bermanfaat. Pada pelatihan selama dua hari tersebut pak Awang menerangkan tentang bagaimana cara menjadi seorang CO (community organizer) di dalam materinya yang bertema Pengorganisasian Masyarakat. Dalam dunia organisasi masyarakat, dikenal pula seorang pendamping, namun untuk CO itu sendiri memiliki fungsi yang signifikan dan urgent dalam kehidupan masyarakat. Hampir semua pendamping adalah seorang CO karena seorang CO harus mampu untuk mendorong, menggerakkan masyarakat agar semua terkelola. Dalam hal ini, CO merupakan seseorang yang secara terus menerus mengajak orang-orang yang telah diorganisir untuk memasukkan inovasi-inovasi maupun temuan-temuan kepada masyarakat. Secara ilmiah, Pengorganisasian Masyarakat adalah suatu proses pedekatan yang menyeluruh untuk memecahkan persoalan ketidakadilan dan penindasan di tengah masyarakat dalam upaya mencapai suatu tatanan masyarakat yang lebih adil dan bermartabat (dimana ketidakadilan diusahakan berkurang). Meskipun begitu, seorang CO juga harus tanggap/up to date terhadap isu-isu yang berkembang dan memperbaharui kapasitas.

Read more about PENGORGANISASIAN MASYARAKAT

PARKIR RODA DUA, MOTOR RODA TIGA???

Petunjuk parkir diatas merupakan fenomena yang dapat dijumpai hampir di setiap lahan parkir yang ada baik di kantor pemerintahan, lokasi perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, maupun lokasi publik lainnya. Sedangkan gambar diatas di ambil di salah satu lokasi siaran media di Yogyakarta. Petunjuk parkir yang ada biasanya terbagi menjadi dua yaitu parkir roda dua atau parkir roda empat. Petunjuk yang sederhana sebenarnya. Tapi menjadi kontras ketika dibandingkan dengan kendaraan roda tiga yang biasa digunakan oleh penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas fungsi gerak seperti paraplegi, daksa, polio akan mengalami kesulitan ketika naik kendaraan roda dua. Walaupun memang ada beberapa dari mereka yang bisa menggunakan kendaraan roda dua. Hal ini dikarenakan fungsi kaki mereka tidak kuat untuk menyangga kendaraan. Akibatnya dibutuhkan roda tiga untuk keseimbangan.

Read more about PARKIR RODA DUA, MOTOR RODA TIGA???

JAMINAN KESEHATAN DAN KELOMPOK RENTAN

Jaminan kesehatan menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan kelompok rentan. Kelompok rentan yang di maksud dalam tulisan ini adalah difabel/ penyandang cacat yang terbagi atas difabilitas fisik (lumpuh layu, amputasi, SCI / paraplegia), difabilitas komunikasi (pendengaran dan atau wicara), difabilitas mental / retardasi mental, CP ataupun difabilitas ganda.
Pemahaman jaminan kesehatan disini meliputi 2 aspek yaitu pembiayaan layanan kesehatan. Berdasar pada hak masyarakat yang mempunyai kebutuhan khusus ada 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu pembiayaan kesehatan yang affordable yaitu pembiayaan kesehatan yang terjangkau oleh semua orang, dengan cara yang memudahkan semua. Sehingga bagi masyarakat yang tidak mempunyai uang untuk membayar biaya kesehatannya maka akan dibiayai oleh pemerintah sebagai penanggung jawab dengan kemudahan proses dan efisiensi waktu (termasuk diantaranya adalah adanya informasi serta kemudahan mengakses pembiayaan yang disediakan oleh pemerintah Kota bagi orang yang mengalami hambatan mobilitas, komunikasi dan mental, ditingkat Badan pembiayaan ataupun pemberi layanan kesehatan). Termasuk diantaranya adalah mengakses pembiayaan kesehatan “diluar” coverage jaminan umum, berupa tindakan medis ataupun formularium, serta alat bantu kesehatan yang menjadi kebutuhan difabel karena kecacatannya.

Hal lain yang menjadi hak kelompok rentan adalah pelayanan kesehatan yang aksesibel oleh pemberi layanan kesehatan yang ada di kota Yogyakarta, secara fisik ataupun non fisik. Fisik dalam hal ini adalah fasilitas bangunan gedung serta sarana prasarana di Pusat layanan kesehatan baik Puskesmas, RS Negeri dan swasta yang ada. Aksesibilitas non fisik dalam layanan kesehatan adalah pemberian layanan oleh petugas dari petugas jaga, medis, adminstrasi yang mampu berkomunikasi aktif dan memahami kebutuhan difabel, dalam hal ini apabila mendapatkan dukungan ataupun informasi yang memudahkan untuk melakukan aktivitas dalam mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Read more about JAMINAN KESEHATAN DAN KELOMPOK RENTAN

PERATURAN DAERAH TENTANG PERLINDUNGAN & PEMENUHAN HAK-HAK PENYANDANG DISABILITAS

Kota Yogyakarta merupakan Kota di wilayah Provinsi DIY yang beberapa tahun terakhir ini mempunyai kebijakan berpihak kepada difabel/penyandang disabilitas. Hal tersebut sudah terlihat dengan beberapa Keputusan Walikota Yogyakarta tentang penerapan pendidikan inklusi, pekerjaan kepada difabel (adanya penghargaan kepada perusahaan yang memberikan pekerjaan kepada difabel), serta kebijakan jaminan pembiayaan kesehatan daerah kepada difabel serta beberapa kebijakan layanan yang sudah mulai berpihak kepada difabel.
Kota Yogyakarta yang sudah mempunyai beberapa kota Yogyakarta sering dijadikan contoh bagi daerah lain untuk membuat program-program serta kebijakan berpersektif difabilitas. Tetapi sayangnya pemerintah kota Yogyakarta belum mempunyai Peraturan Daerah Kota Yogyakarta yang mampu melindungi dan memberikan pemenuhan hak -hak penyandang disabilitas atau difabel. Belajar dari beberapa daerah lain tentang kebijakan program serta anggaran apabila tidak ada aturan hukum yang memastikan bahwa keberpihakan kepada difabel akan terus diimplementasikan kedepan secara komprehensif, tidak sepotong-potong, akan dapat berubah tergantung pada perspektif dan niat baik dari pejabat yang sedang memerintah. Untuk meminimalisir risiko sering berubahnya kebijakan berupa program serta anggaran untuk pemenuhan hak difabel serta, maka dibutuhkan suatu Peraturan daerah yang secara khusus mengatur tentang perlindungan serta pemenuhan hak difabel secara komprehensif.
Untuk menyusun suatu peraturan daerah yang ideal tentang difabel yang memberi perlindungan dan pemenuhan hak terhadap difabel, pemerintah kota dapat melihat peraturan daerah Provinsi DIY no. 4 tahun 2012, tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Secara proses Perda tersebut disusun dengan partisipasi penuh dari penyandang disabilitas serta pihak -pihak yang mempunyai keberpihakan serta bekerja untuk issu disabilitas disamping mengakomodir masukan dari SKPD ditingkat kabupaten/kota.

Read more about PERATURAN DAERAH TENTANG PERLINDUNGAN & PEMENUHAN HAK-HAK PENYANDANG DISABILITAS

Font Resize