Tag Archives: perpustakaan aksesibel

AUDIENSI KE BPAD DIY TERKAIT INISIASI PERPUSTAKAAN AKSESIBEL SAPDA

IMG-20160407-WA0005

Kamis, 7 april 2016 tim SAPDA mengadakan audiensi ke BPAD (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah) mengenai inisiasi rintisan perpustakaan aksesibel SAPDA bagi teman-teman disabilitas netra.

Kepala BPAD, Budi Wibowo mengapresiasi inisiasi perpustakaan aksesibel SAPDA, ia juga menambahkan ada beberapa koleksi yang masih belum lengkap di Grhatama Pustaka terkait dengan kebutuhan teman-teman disabilitas netra dalam aksesibilitas informasi sumber referensi. Dalam hal ini tim perpustakaan SAPDA menyampaikan program-program terkait format media yang akan diproduksi sehingga nantinya akan memudahkan teman-teman disabilitas netra mengakses informasi. Selain itu, salah satu program dari perpustakaan aksesibel SAPDA adalah menjangkau teman-teman disabilitas netra di daerah, sehingga diharapkan ke depannya kapasitas teman-teman netra akan meningkat, selalu belajar dan mencari tahu informasi.

Ditemani juga oleh Budiyono, Pustakawan Madya BPAD DIY mengatakan bahwa perlu adanya optimalisasi pemanfaatan koleksi Perpustakaan Daerah, karena dari BPAD telah menyediakan sarana bagi teman-teman disabilitas untuk dapat mengakses perpustakaan.

Dengan demikian, apabila terjalin kerjasama antara SAPDA dengan BPAD diharapkan terwujudnya iklim inklusi di DIY.

 

 

 

 

DISKUSI KEBUTUHAN/ FASILITAS DASAR PERPUSTAKAAN AKSESIBEL SAPDA

IMG_2022

Diskusi yang difasilitasi Oleh SAPDA terkait dengan perpustakaan aksesibel ini menghadirkan beberapa pengurus Braille’iant Jogjakarta dan melibatkan beberapa mahasiswa difabel netra yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, dengan detail P : 8 orang, L: 11 orang, disabilitas netra : 10 orang. Diskusi ini dilaksanakan di ruang difabel corner UIN Sunan Kalijaga Yogyarta. Hal-hal yang dibahas dalam diskusi ini berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan perpustakaan agar menjadi lebih aksesibel. selain itu juga membahas soal rencana kolaborasi program antara SAPDA dan komunitas Braille’iant Yogya.

Beberapa saran muncul dari mahasiswa difabel yang terlibat dalam diskusi. Saran menarik yang muncul adalah menjalin kerja sama dengan Yayasan Mitra netra Jakarta sebagai sebuah lembaga yang lebih dahulu memiliki perpustakaan yang ramah bagi difabel netra. lembaga ini juga secara rutin memproduksi audio book dan SAPDA dapat bekerja sama untuk mendapatkan beberapa buku audio yang dibutuhkan. selain itu, muncul pula saran tentang pengadaan alat pembaca buku audio yang disebut daisy Reader. Alat ini mampu membaca berbagai format buku seperti audio books berformat MP3, bahkan dapat pula membaca e-book. Alat ini juga mampu menandai halaman-halaman tertentu sehingga difabel netra atau pembaca tidak kesulitan untuk membaca dan mencari point-point penting. Tambahan yang menarik dari mbak Tanti, mahasiswa jurusan Sejarah di UIN ini menyampaikan hambatannya dalam menggali informasi, data serta referensi dalam literasi sejarah kuno, karena kondisi buku yang sudah tidak layak untuk discan. Juga tentang siswa netra yang kuliah di jurusan Agama Islam, dengan huruf arab yang tidak bisa terbaca itu akan sangat menyulitkan bagi mereka. Ia juga menyampaikan, apa yang menjadi konsep dari pendirian perpustakaan aksesibel SAPDA ini? Untuk buku-bukunya kategorinya apa? Pendidikan atau apa? Dari pihak SAPDA menjawab, untuk buku-buku yang ada masih bersifat umum, yang relevan dengan isu lembaga.

Continue reading DISKUSI KEBUTUHAN/ FASILITAS DASAR PERPUSTAKAAN AKSESIBEL SAPDA