
Sentra Advokasi Perempuan Disabilitas dan Anak (SAPDA) melaksanakan Sinau Bareng Warga: Pengarustamaan Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI), di balai Kalurahan Katongan pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari project Advancing Climate Resilient Communities throught Empowering Sustainable Solutions (ACCESS) yang merupakan project kolaborasi antara Habitat for Humanity Indonesia, SPEK-HAM, dan SAPDA dengan tujuan utama memperkuat akses layanan dasar, ketahanan komunitas, serta tata kelola pembangunan yang inklusif di tingkat lokal. Kegiatan ini akan dilaksanakan di empat Kalurahan yaitu Nglipar, Katongan, Pengkol, Pilangrejo secara bergantian.
Sinau Bareng Warga diikuti 15 orang perwakilan warga padukuhan Kepuhsari dan Ngrandu dengan melibatkan perwakilan dari kelompok perempuan, disabilitas, lansia, pemuda, maupun kelompok rentan. Sinau Bareng Warga merupakan kegiatan yang menjadi pendekatan SAPDA bersama warga Nglipar untuk belajar tentang GEDSI, serta ruang aman menyampaikan ide dan gagasan sebagai kontribusi untuk desa Katongan menjadi lebih baik, terutama responsif kepada isu gender, anak, lansia, disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
Nuryadin Edy Purnama selaku Project Officer SAPDA mengungkapkan, “Tujuan lain dari kegiatan Sinau Bareng Warga: Pengarustamaan GEDSI adalah kita bersama-sama akan mengidentifikasi atau mengenal dan melihat secara utuh mengenai kendala, mengenai sumber daya yang ada di desa ini yang akan menjadi modal kita untuk bersinergi dengan desa.”
Ia juga menambahkan, melalui kegiatan Sinau Bareng Warga, peserta yang terlibat bisa bersama-sama mengidentifikasi, mengenal dan melihat secara utuh mengenai kendala maupun sumber daya yang ada di desa, yang nantinya akan menjadi modal dalam proses perencanaan pembangunan. Sehingga dalam pelaksanaannya betul-betul melibatkan kelompok perempuan dan kelompok rentan lainnya dan memberikan manfaat pada masyarakat.

Wawan selaku Kamituo mewakili Lurah Katongan juga sangat menyambut baik kegiatan Sinau Bareng Warga yang akan dilaksanakan di Katongan, maupun beberapa kalurahan di Nglipar. Wawan juga berharap kegiatan Sinau Bareng Warga bisa menambah wawasan perwakilan warga Katongan yang terlibat dan memberi dampak positif untuk memajukan Kalurahan Katongan. Karena menurutnya kemajuan Kalurahan Katongan adalah upaya yang harus dilakukan bersama- sama, bukan hanya pemerintah.
“Bapak dan ibu memiliki hak yang sama sebagai warga, dan juga bisa ikut serta dalam merencanakan arah tujuan, khususnya di Kalurahan Katongan ini. Jadi harapannya seberapa yang bisa kita beri, bukan seberapa yang kita dapatkan. Kalau itu sudah kita niatkan insya Allah tujuan baik ini akan bisa kita lakukan bersama untuk mencapai kesejahteraan bersama,” ucapnya menutup sambutan.
Sebagai penutup Sinau Bareng Warga, Wasingastu Zakiyah selaku salah satu narasumber dari kegiatan, mengungkpkan bahwa dalam proses pembangunan yang inklusif, sudah seharusnya melibatkan semua pihak, tidak boleh ada yang tertinggal.
“Saya kira ini yang akan kita capai supaya kemudian tidak ada kekerasan, dan ada upaya untuk setara bersama-sama, yang selama ini masih terpinggirkan bisa terfasilitasi, maka dari situlah nanti akan kita lihat ke depan bagaimana dokumen-dokumen kelurahan sudah memfasilitasi itu. Kalau Musrenbang yang bersama-sama duduk bersama,” tambah Zakiyah.[]
Penulis: Wulan Dwi Agustina
Editor: Habitat Indonesia