Pendaftaran Sekolah Riset Penyandang Disabilitas Angkatan 2 Resmi Dibuka!
SAPDA bersama KONEKSI dan CBM kembali membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dan orang tua anak…
SAPDA bersama KONEKSI dan CBM kembali membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dan orang tua anak penyandang disabilitas untuk bergabung dalam Sekolah Riset Penyandang Disabilitas Angkatan 2. Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas agar penyandang disabilitas dapat terlibat secara aktif, bermakna, dan memimpin proses riset yang berangkat dari pengalaman hidup dan realitas mereka…
Munculnya PERMA No. 2 Tahun 2025 menjadi momentum strategis dalam memperkuat standar hukum acara yang inklusif di seluruh lingkungan peradilan. PERMA ini memadukan prinsip CRPD dan UU Penyandang Disabilitas ke dalam pedoman operasional berperkara bagi hakim dan aparatur pengadilan, termasuk kewajiban menyediakan AYL, melakukan identifikasi awal, memastikan penilaian personal, menyesuaikan prosedur di setiap tahapan proses,…
Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Kepemimpinan Feminis Disabilitas yang Kritis bagi Perempuan Disabilitas dan Penyusunan Rencana Perubahan Menggunakan Theory of Change (ToC)” pada 11 hingga 14 November 2025. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk respons terhadap berbagai tantangan kompleks yang masih dihadapi perempuan penyandang disabilitas, mulai dari diskriminasi berbasis gender,…
Terima kasih kepada seluruh pelamar yang telah mendaftarkan diri pada Program ACCESS 2025. Setelah melalui proses seleksi berkas administrasi yang berlangsung pada tanggal 03 Oktober – 03 November 2025, berikut ini kami sampaikan daftar peserta yang dinyatakan lolos tahap seleksi administrasi. Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya, dengan informasi detail mengenai jadwal…
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para periset penyandang disabilitas, yang diharapkan dapat memimpin riset untuk pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, SAPDA bermitra dengan CBM Global Indonesia, dengan dukungan penuh dari KONEKSI melaksanakan Kelas intensif Offline: Sekolah Riset Penyandang Disabilitas (Disability Lead Research) Tahap 2, secara luring di Yogyakarta (4/8/25). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memposisikan penyandang…
Pelaksanaan Sekolah Perempuan Disabilitas tidak hanya berhenti di Tahap Pertama, perempuan penyandang disabilitas semakin berdaya melalui Sekolah Perempuan Disabilitas di Tahap II dengan dukungan Womens Fund Asia (WFA). Mengacu pada hasil evaluasi, assessment, dan feedback dari Sekolah Perempuan Disabilitas Tahap Pertama, salah satu aspek yang paling berdampak dalam meningkatkan keberdayaan perempuan disabilitas adalah materi mengenai…
Bagi perempuan disabilitas, kesetaraan adalah perjuangan panjang yang saat ini belum sepenuhnya tercapai. Perempuan disabilitas tidak hanya menghadapi berbagai masalah ketimpangan dalam kondisi masyarakat patriarki, tetapi juga harus berjuang agar suara mereka didengar dalam gerakan perempuan secara umum. Dalam hal ini, stigma masih kuat melekat terhadap perempuan penyandang disabilitas, di mana masyarakat dengan pandangan ableism…
Setiap orang memiliki kebutuhan yang sifatnya sangat personal terkait dengan kondisi dirinya, baik secara fisik maupun non fisik (psikologis, emosional, dan lain sebagainya). Kebutuhan ini menjadi sesuatu yang dapat diupayakan secara mandiri, tetapi ada kebutuhan yang memerlukan campur tangan atau peran lain untuk dapat terpenuhi. Penyandang disabilitas, dengan perbedaan kondisi fisik, sensorik, mental, dan intelektualnya…
Membangun masyarakat yang inklusif memerlukan kesadaran dan pemahaman tentang bagaimana berinteraksi dengan penyandang disabilitas secara etis dan penuh penghormatan. Banyak dari kita mungkin tidak memiliki niat buruk, tetapi pemahaman yang kurang mendalam terhadap situasi seseorang dapat menyebabkan tindakan yang tidak sensitif atau bahkan merendahkan orang tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui etika yang tepat…