[DOWNLOAD] 18 Cerita Praktik Sekolah Perempuan Disabilitas
Buku Best Practices Sekolah Perempuan Disabilitas ini merekam perjalanan belajar perempuan penyandang disabilitas dari 18…
Buku Best Practices Sekolah Perempuan Disabilitas ini merekam perjalanan belajar perempuan penyandang disabilitas dari 18 wilayah di Indonesia dalam mengenali diri, membongkar stigma, serta memperkuat kepemimpinan dan keberanian untuk bersuara. Melalui dua tahap pembelajaran yang diselenggarakan SAPDA, para peserta mendalami isu disabilitas, perspektif feminis, kesehatan reproduksi, serta kekerasan berbasis gender dan disabilitas. Pengetahuan tersebut kemudian…
Pertemuan Koordinasi Tingkat Kalurahan “Sosialisasi Hasil Baseline” kembali di laksanakan. Pada sesi kali ini, kegiatan dilaksanakan di Kalurahan Pilangrejo pada Jumat, 20 Agustus 2026 dan diiukuti oleh 15 orang peserta yang merupakan perwakilan dari kelompok disabilitas, dukuh, Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal), kader, perwakilan kalurahan, serta Habitat for Humanity Indonesia. “Sudah 6 bulan kurang lebih program…
Kamis, 19 Agustus 2026, Sentra Advokasi Perempuan Disabilitas dan Anak (SAPDA) melaksanakan Pertemuan Koordinasi Tingkat Kalurahan “Sosialisasi Hasil Baseline” di Balai Kalurahan Pengkol. Pertemuan Koordinasi Tingkat Kalurahan “Sosialisasi Hasil Baseline” ini merupakan tindak lanjut dari studi baseline yang SAPDA laksanakan dalam project ACCESS dalam rangka mengidentifikasi kondisi awal terkait keberadaan kelompok marginal dan kapasitas kepemimpinan…
Pengesahan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP 2025), keberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional), serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana menandai fase penting reformasi sistem hukum pidana Indonesia. Ketiga regulasi tersebut membentuk kerangka hukum pidana baru yang membawa perubahan…
Rabu, 5 Augustus 2026 – Membangun desa yang inklusif dimulai dari memahami siapa saja yang masih berisiko tertinggal dalam pembangunan. Melalui Project ACCESS, Konsorsium yang terdiri dari Habitat for Humanity Indonesia, Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA), dan SPEK-HAM berupaya memastikan bahwa perempuan, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya memiliki kesempatan yang setara…
Mewujudkan pembangunan yang inklusif membutuhkan lebih dari sekadar partisipasi. Diperlukan pemahaman yang kuat mengenai kondisi kelompok rentan, tantangan yang mereka hadapi, serta peluang untuk memastikan suara mereka menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Berangkat dari tujuan tersebut, Konsorsium ACCESS yang terdiri dari Habitat for Humanity Indonesia, Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA), dan Solidaritas…
Sebagai komitmen dalam memperkuat kapasitas periset penyandang disabilitas, SAPDA bermitra dengan CBM Global Indonesia, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Australia melalui program KONEKSI, menyelenggarakan Kelas Intensif Sekolah Riset Penyandang Disabilitas Angkatan 2 secara luring di Surabaya pada 4-6 Agustus 2026. Angkatan kedua dari kelas intensif ini terdiri dari 15 penyandang disabilitas yang terpilih dari 115…
Rangkaian pendaftaran, peningkatan kapasitas, penulisan abstrak, hingga wawancara sebagai proses penerimaan peserta sekolah riset penyandang disabilitas angkatan 2 telah selesai dilaksanakan. Kami menerima total lebih dari 80 abstrak proposal riset advokasi dari 115 pendaftar. Abstrak proposal yang masuk memiliki karakter, isu, persoalan, dan gaya penulisan yang beragam. Seluruh abstrak merupakan karya dan kekayaan intelektual penulisnya…
“Gender itu kalau saya tahunya kelompok janda. Saya pernah diundang kelompok yang mengatasnamakan gender. Saya tanya, yang saya paham gender itu adalah janda, tetapi kenapa kok ibu ini dimasukkan ke gender ya padahal bukan janda. Itu yang saya tahu pertama kali. Ternyata saya salah,” ucap Agus Suwarjo selaku Lurah di Kalurahan Pengkol, Nglipar, Gunung Kidul…