Wujudkan Desa yang Inklusif, Konsorsium ACCESS Dorong Penguatan Kapasitas dan Integrasi Data di Kalurahan Nglipar
Mewujudkan pembangunan yang inklusif membutuhkan lebih dari sekadar partisipasi. Diperlukan pemahaman yang kuat mengenai kondisi…
Mewujudkan pembangunan yang inklusif membutuhkan lebih dari sekadar partisipasi. Diperlukan pemahaman yang kuat mengenai kondisi kelompok rentan, tantangan yang mereka hadapi, serta peluang untuk memastikan suara mereka menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Berangkat dari tujuan tersebut, Konsorsium ACCESS yang terdiri dari Habitat for Humanity Indonesia, Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA), dan Solidaritas…
Sebagai komitmen dalam memperkuat kapasitas periset penyandang disabilitas, SAPDA bermitra dengan CBM Global Indonesia, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Australia melalui program KONEKSI, menyelenggarakan Kelas Intensif Sekolah Riset Penyandang Disabilitas Angkatan 2 secara luring di Surabaya pada 4-6 Agustus 2026. Angkatan kedua dari kelas intensif ini terdiri dari 15 penyandang disabilitas yang terpilih dari 115…
Rangkaian pendaftaran, peningkatan kapasitas, penulisan abstrak, hingga wawancara sebagai proses penerimaan peserta sekolah riset penyandang disabilitas angkatan 2 telah selesai dilaksanakan. Kami menerima total lebih dari 80 abstrak proposal riset advokasi dari 115 pendaftar. Abstrak proposal yang masuk memiliki karakter, isu, persoalan, dan gaya penulisan yang beragam. Seluruh abstrak merupakan karya dan kekayaan intelektual penulisnya…
“Gender itu kalau saya tahunya kelompok janda. Saya pernah diundang kelompok yang mengatasnamakan gender. Saya tanya, yang saya paham gender itu adalah janda, tetapi kenapa kok ibu ini dimasukkan ke gender ya padahal bukan janda. Itu yang saya tahu pertama kali. Ternyata saya salah,” ucap Agus Suwarjo selaku Lurah di Kalurahan Pengkol, Nglipar, Gunung Kidul…
Sentra Advokasi Perempuan Disabilitas dan Anak (SAPDA) melaksanakan Sinau Bareng Warga: Pengarustamaan Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI), di balai Kalurahan Katongan pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari project Advancing Climate Resilient Communities throught Empowering Sustainable Solutions (ACCESS) yang merupakan project kolaborasi antara Habitat for Humanity Indonesia, SPEK-HAM, dan SAPDA…
Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (JAMPI) Daerah Istimewa Yogyakarta menuntut pemerintah untuk memberikan akses pekerjaan dan upah yang layak bagi disabilitas pada aksi May Day (Hari Buruh Internasional) 2026 yang digelar di depan Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jum’at, 1 Mei 2026. Pasal 27…
Management SAPDA Unit pengelolaan organisasi yang memastikan tata kelola, perencanaan strategis, penguatan kapasitas tim, serta keberlanjutan program berjalan secara efektif dan akuntabel. Unit ini berperan dalam membangun sistem manajemen SAPDA yang transparan, profesional, dan berorientasi pada visi dan misi. Nurul Sa’adah Andriani Direktur SAPDA AyatullahRohullah K. Program Manager Renny Indah Budi Setyaningrum Manager Keuangan Siti…
SAPDA bersama KONEKSI dan CBM kembali membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dan orang tua anak penyandang disabilitas untuk bergabung dalam Sekolah Riset Penyandang Disabilitas Angkatan 2. Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas agar penyandang disabilitas dapat terlibat secara aktif, bermakna, dan memimpin proses riset yang berangkat dari pengalaman hidup dan realitas mereka…
Munculnya PERMA No. 2 Tahun 2025 menjadi momentum strategis dalam memperkuat standar hukum acara yang inklusif di seluruh lingkungan peradilan. PERMA ini memadukan prinsip CRPD dan UU Penyandang Disabilitas ke dalam pedoman operasional berperkara bagi hakim dan aparatur pengadilan, termasuk kewajiban menyediakan AYL, melakukan identifikasi awal, memastikan penilaian personal, menyesuaikan prosedur di setiap tahapan proses,…