Tim Kami!

Management SAPDA

Unit pengelolaan organisasi yang memastikan tata kelola, perencanaan strategis, penguatan kapasitas tim, serta keberlanjutan program berjalan secara efektif dan akuntabel. Unit ini berperan dalam membangun sistem manajemen SAPDA yang transparan, profesional, dan berorientasi pada visi dan misi.

Nurul Sa’adah Andriani

Direktur SAPDA

Direktur SAPDA

Nurul Saadah Andriani (Nurul) merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan menyelesaikan pendidikan magister hukum di universitas yang sama. Sejak awal kariernya, ia menaruh perhatian besar pada isu kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial. Ketertarikannya pada isu perlindungan perempuan dan anak penyandang disabilitas, akses terhadap keadilan, dan kebijakan sosial mendorong keterlibatannya secara aktif dalam kerja-kerja advokasi, riset, dan pendampingan. 

Sejak tahun 2005, ia menjabat sebagai Direktur SAPDA dengan peran utama dalam penguatan organisasi, pengembangan program, dan perluasan kemitraan jejaring di tingkat lokal, nasional, hingga internasional untuk mendorong sistem dan layanan publik yang lebih inklusif  bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

Selain memimpin SAPDA, Nurul juga terlibat sebagai penasihat, konsultan, dan narasumber dalam berbagai program nasional, antara lain sebagai National Disabilities Advisor pada program DFAT–DT Global SKALA, konsultan GEDSI untuk KPPPA–UNFPA, dan dosen spesialis hukum  dan disabilitas pada Program Magister Hukum Kesehatan Universitas Gadjah Mada. Ia aktif berkontribusi dalam penyusunan kebijakan, panduan teknis, modul, dan laporan terkait disabilitas, kesehatan, kekerasan berbasis gender, dan akses keadilan bagi perempuan dan anak penyandang disabilitas.

Ayatullah
Rohullah K.

Program Manager

Program Manager

Ayatullah Rohhullah Khomeini, yang akrab disapa Micko, merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Sejak awal 2000-an, ia telah terlibat aktif dalam kerja-kerja advokasi hak asasi manusia, khususnya pada isu penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan, baik dalam konteks kebijakan publik, pemberdayaan komunitas, maupun penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Micko memiliki rekam jejak dalam pengelolaan dan pendampingan berbagai program nasional dan internasional. Pengalamannya mencakup kerja sama dengan berbagai lembaga, antara lain DFAT, AIPJ, The Asia Foundation, OXFAM, Handicap International, Women Fund Asia, Mama Cash, hingga kementerian dan pemerintah daerah. Saat ini, Micko aktif sebagai Manajer Program di Yayasan SAPDA. Ia juga memimpin dan mendampingi berbagai program strategis penguatan organisasi penyandang disabilitas dalam kerangka pembangunan inklusif, akses keadilan, dan pengarusutamaan perspektif disabilitas dan HAM dalam kebijakan dan praktik pembangunan di Indonesia.

Renny Indah Budi Setyaningrum

Manager Keuangan

Manager Keuangan

Renny Indah Budi Setyaningrum (Renny) merupakan lulusan Fakultas Pendidikan Matematika dari Universitas Ahmad Dahlan. Sejak bergabung dengan SAPDA pada tahun 2014, Renny terlibat aktif dalam pengelolaan administrasi dan keuangan berbagai program advokasi perempuan, penyandang disabilitas, dan anak. Ia memulai perannya sebagai Staf Administrasi dan Keuangan, sebelum kemudian dipercaya sebagai Finance Manager sejak tahun 2016. Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan pelaporan proyek-proyek yang didanai oleh donor nasional dan internasional, serta memastikan anggaran program mendukung prinsip inklusif dan berbasis akomodasi yang layak untuk mewujudkan meaningful participation bagi semua pihak yang terlibat dalam kerja-kerja SAPDA.

Selama lebih dari satu dekade, Renny memiliki pengalaman dalam pengelolaan keuangan proyek lintas wilayah dan isu, termasuk kerja sama dengan lembaga seperti Oxfam, HIVOS, Mama Cash, DFAT, DRF, dan Women’s Fund Asia. Renny juga terlibat dalam pengembangan SOP keuangan dan kebijakan internal SAPDA yang berperspektif gender dan disabilitas, dan aktif mengikuti dan memfasilitasi berbagai pelatihan terkait GEDSI, advokasi kebijakan, dan penguatan kapasitas organisasi.

Siti Chovifah

HRD dan Kerjasama

HRD

Siti Chofivah (Ivah) merupakan lulusan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dengan latar belakang keilmuan psikologi perkembangan, pendidikan, dan penguatan sumber daya manusia. Ia memiliki pengalaman dalam kerja-kerja pendidikan, pendampingan anak, dan pengelolaan, serta penguatan kapasitas lembaga. Sejak tahun 2018, Ivah berperan sebagai Human Resources Development (HRD) di Yayasan SAPDA Yogyakarta. Perannya memastikan tata kelola SDM yang inklusif, profesional, dan selaras dengan nilai-nilai lembaga.  Kompetensinya juga diperkuat melalui berbagai pelatihan di bidang HR Business Partner, Monitoring, Evaluation, Accountability and Learning (MEAL), safeguarding, kebijakan perlindungan anak, dan penguatan lembaga layanan pemberdayaan perempuan.

Juju Julianti

Kepala Kantor

Kepala Kantor

Juju Julianti (Juju) telah bergabung sejak awal berdirinya Yayasan SAPDA. Mulai tahun 2013 hingga saat ini, Juju berperan sebagai Kepala Kantor di Yayasan SAPDA Yogyakarta. Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab atas pengelolaan internal lembaga yang mencakup administrasi umum, sarana prasarana kantor, dan dukungan operasional bagi seluruh program. Juju juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pengembangan kapasitas, antara lain terkait pengorganisasian masyarakat, advokasi anggaran, kewirausahaan, pelatihan fasilitator (Training of Trainer), hingga isu aksesibilitas dan universal design melalui program internasional di University of Malaya (AUN–DDPnet). Dalam ranah organisasi, Juju aktif dalam berbagai jejaring masyarakat sipil dan organisasi difabel. Ia terlibat sebagai koordinator dan pengurus di sejumlah organisasi, antara lain KPI, HWDI, dan aktif sebagai relawan pemilu bersama KPU Kota Yogyakarta dan KPU DIY.

Kowi Hadi

Staff Internal

Staff Internal

Kowi Hadi menjalankan peran operasional yang memastikan lingkungan kerja tetap bersih, nyaman, aman, dan berfungsi dengan baik, sehingga seluruh tim dapat menjalankan kerja-kerja advokasi, pendampingan, dan program dengan optimal. Dalam kesehariannya, Kowi bertanggung jawab atas berbagai tugas perawatan kantor mulai dari menjaga kebersihan ruang kerja, membantu pengelolaan kebutuhan makan harian tim, hingga mendukung mobilitas melalui tugas antar-jemput dan logistik sederhana.

Dahnis Robbiah Ahmadah

Staff Keuangan

Finance 2

Dahnis Robbiah Ahmadah (Dahnis) merupakan lulusan Sarjana Akuntansi dari Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Ia memiliki pengalaman di bidang akuntansi, keuangan, dan perpajakan, khususnya dalam pengelolaan keuangan lembaga kemanusiaan dan organisasi berbasis program. Saat ini, Dahnis berperan sebagai Staf Keuangan SAPDA, dengan fokus utama pada Tax and Accounting.

Rian Resty
Mawanti

Staff Keuangan

Finance 1

Rian Resty Mawanti (Resty) merupakan lulusan Sarjana Akuntansi dari Universitas Janabadra dengan pengalaman di bidang pengelolaan keuangan organisasi masyarakat sipil. Sejak tahun 2016, ia bergabung dengan Yayasan SAPDA sebagai Staf Keuangan. Resty berperan dalam pengelolaan keuangan harian organisasi dan program, penyusunan laporan keuangan bulanan, rekonsiliasi kas dan bank, pengelolaan pembayaran vendor dan honorarium, dan penyusunan laporan penggunaan dana untuk donor dan manajemen.

Hola GEDSI

Unit ini berfokus pada pengarusutamaan perspektif kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam kebijakan, program, serta praktik kelembagaan. Layanan yang dikembangkan meliputi pelatihan, asistensi teknis, penyusunan modul, hingga audit inklusi untuk berbagai sektor.

Sholih
Muhdlor

Staff GEDSI

GEDSI 1

Sholih Muhdlor (Soleh) merupakan praktisi dan penggerak isu disabilitas yang telah lama berkecimpung dalam kerja-kerja pengurangan risiko bencana, kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), dan mainstreaming gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI). Ia memiliki pengalaman dalam fasilitasi pengembangan masyarakat, advokasi kebijakan, dan riset lapangan, serta produksi pengetahuan yang berpihak pada pemenuhan hak penyandang disabilitas. Ia terlibat dalam pengembangan kebijakan, penyusunan panduan, riset aksi partisipatif, dan koordinasi program yang memastikan perspektif GEDSI terintegrasi dalam semua kerja-kerja yang Soleh lakukan.

Saat ini, Sholih berperan sebagai Koordinator Program Lead Research Disability Panel dalam Sekolah Riset Disabilitas SAPDA yang bermitra dengan KONEKSI dan CBM. Dalam peran tersebut, ia mengoordinasikan jejaring lintas organisasi dan peserta, memastikan seluruh aktivitas program berjalan sesuai rencana, dan menjadikan prinsip GEDSI sebagai perspektif utama dalam penguatan kapasitas riset dan advokasi isu disabilitas di Indonesia.

Irmaningsih Pudyastuti

Staff GEDSI

GEDSI 2

Irmaningsih Pudyastuti (Irma) merupakan lulusan program Sarjana Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada. Selama masa studinya, ia aktif dalam kegiatan riset dan pengembangan kebijakan berbasis bukti, termasuk sebagai penerima hibah riset FISIPOL UGM serta peserta international short course tentang evidence-based policy.

Ketertarikannya pada isu perlindungan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas mendorong keterlibatannya dalam berbagai kerja advokasi dan riset berbasis komunitas. Ia memiliki pengalaman dalam berbagai penelitian terkait sistem rujukan layanan, akomodasi yang layak dalam penanganan kekerasan berbasis gender dan disabilitas, perlindungan anak penyandang disabilitas, dan kajian kebijakan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Saat ini, di Yayasan SAPDA Irma berperan sebagai anggota Tim  GEDSI yang aktif dalam advokasi layanan dan kebijakan yang inklusif, responsif, dan berperspektif hak asasi manusia bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

Vallery Kendira Adelina Massardi

Staff GEDSI

GEDSI 3

Vallery Kendira Adelina Massardi (Val) merupakan lulusan Sarjana Politik dan Pemerintahan dari Universitas Gadjah Mada tahun 2022. Vallery bergabung di Yayasan SAPDA sejak 2026 dan aktif dalam program pemberdayaan masyarakat dan komunitas marginal di wilayah pedesaan. Saat ini, ia berperan sebagai Project Coordinator Proyek ACCESS (Advancing Climate-Resilient Communities through Empowering Sustainable Solutions in Gunung Kidul), di mana ia mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan program pemberdayaan komunitas menuju inklusif yang bekerja sama dengan Habitat for Humanity Germany dan Indonesia serta SPEK-HAM. Sebelumnya, Vallery berpengalaman dalam Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL) di program pendampingan bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum, isu keragaman gender, dan peacebuilding, yang didukung oleh DFAT dan Save the Children. Ia memiliki pengalaman dalam advokasi isu kesetaraan gender, lingkungan, pemberdayaan perempuan muda, dan pendekatan interseksionalitas, dan aktif dalam riset partisipatoris, penguatan kapasitas komunitas, dan berbagai program inklusif yang membersamai kelompok marginal.

Ali Lubis
Zaeni Nur

Project Officer GEDSI

GEDSI 4

Ali Lubis (Ali) merupakan lulusan Sarjana Pendidikan Fisika dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Magister Manajemen Pendidikan dari Universitas Ahmad Dahlan. Selama lebih dari tujuh tahun, Ali terlibat dalam pengelolaan program berbasis komunitas yang berfokus pada penguatan peran masyarakat desa dalam isu kesehatan dan layanan dasar. Sejak 2026, Ali bergabung bersama SAPDA pada program Access.

Nuryadin Edy Purnama

Project Officer GEDSI

GEDSI 5

Nuryadin Edy Purnama merupakan seorang community organizer dan fasilitator dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam kerja-kerja pengembangan organisasi masyarakat sipil, pendampingan komunitas, dan advokasi kebijakan berbasis akar rumput. Ia lulus dari Fakultas Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan pendidikan profesi keguruan. Saat ini, Nuryadin menjabat sebagai Project Officer Program ACCESS di Yayasan SAPDA Yogyakarta.

Hola Women Disability Crisis Center

Unit layanan krisis yang memberikan pendampingan bagi perempuan penyandang disabilitas korban kekerasan dan diskriminasi. Layanan mencakup konseling, pendampingan hukum, rujukan layanan kesehatan, serta advokasi pemenuhan hak korban melalui layanan Rumah Cakap Bermartabat.

Rini Rindawati

Staff WDCC

WDCC 1

Rini Rindawati (Rini) menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Universitas Islam Indonesia. Sejak tahun 2014, Rini aktif bekerja di SAPDA Yogyakarta. Dalam perannya, ia terlibat secara konsisten dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak penyandang disabilitas, penguatan layanan Women Disability Crisis Center (WDCC), dan advokasi untuk mewujudkan sistem peradilan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator WDCC dan Tim Rumah Cakap Bermartabat, serta menjadi bagian dari tim asistensi dan konsultasi pengadilan inklusif yang mendampingi perempuan disabilitas dan anak berhadapan dengan hukum. Di luar SAPDA, ia juga aktif dalam berbagai jejaring organisasi penyandang disabilitas, antara lain sebagai pengurus PPDI dan HWDI Kota Yogyakarta, dengan fokus pada isu hukum, politik, dan pemberdayaan perempuan.

Martina Rahmadani

Staff WDCC

WDCC 2

Martina Rahmadani yang akrab disapa Titin merupakan lulusan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Ia memiliki ketertarikan kuat pada isu pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan (sustainable empowerment community based), keadilan gender, dan isu lingkungan.

Dengan pengalaman lebih dari sembilan tahun, Titin terlibat aktif dalam pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat pesisir, perdesaan, dan kelompok muda, khususnya dalam pengembangan mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan dan responsif gender. Saat ini, Titin aktif sebagai Program Officer di Yayasan SAPDA, menangani Proyek Humanis Daya Asa yang berfokus pada penguatan kepemimpinan perempuan penyandang disabilitas. Selain itu, Martina juga aktif dalam konsultasipemberdayaan ekonomi yang inklusif dan responsif gender. Dalam perannya, ia berkontribusi pada perancangan dan pelaksanaan program, pendampingan komunitas, dan penguatan pendekatan pemberdayaan yang berperspektif gender, disabilitas, dan keberlanjutan, guna mendorong kemandirian ekonomi dan kepemimpinan perempuan penyandang disabilitas.

Arini Robbi Izzati

Staff WDCC

WDCC 3

Arini Robbi Izzati (Arini) merupakan advokat dan praktisi hukum dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang advokasi, pendampingan hukum, riset, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dan Magister Ilmu Hukum di Universitas Islam Indonesia. Sejak tahun 2021, Arini bergabung dengan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) Yogyakarta sebagai Konselor Hukum. Ia memberikan layanan konsultasi hukum dan pendampingan kasus perempuan dan anak, termasuk penyandang disabilitas, baik melalui mekanisme litigasi maupun non-litigasi.

Hola Pusat Sumber Media

Unit pengembangan pengetahuan dan produksi konten yang mendukung advokasi inklusif berbasis media. Unit ini mengintegrasikan riset, dokumentasi praktik baik, penulisan narasi dampak, serta produksi konten kreatif, mulai dari artikel, video, podcast, hingga kampanye digital, untuk memperkuat suara kelompok rentan di ruang publik.

Putri
Lalitaningtyas

Staff Media

PSM 1

Putri Lalitaningtyas, yang akrab disapa Putlal, merupakan praktisi media kreatif dan kampanye sosial dengan fokus pada isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI). Ia menyelesaikan pendidikannya pada Program Studi Sosiologi di Universitas Gadjah Mada.

Di SAPDA Yogyakarta, Putlal berperan sebagai Accessible Media Specialist. Dalam perannya, ia terlibat dalam analisis tren media sosial, perancangan dan produksi konten kampanye tentang perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, serta pengembangan berbagai produk digital dan materi kampanye dengan perhatian khusus pada aspek aksesibilitas dan inklusivitas. Pengalaman Putlal juga mencakup kerja-kerja pengorganisasian komunitas dan produksi pengetahuan. Ia pernah terlibat sebagai Media Knowledge Organiser dalam kampanye isu keadilan iklim, perempuan, dan disabilitas, serta sebagai Community Organizer yang mendampingi kelompok marginal, termasuk komunitas transpuan dan pekerja seks di Yogyakarta.

Rama Agung Nur Pratama

Staff Penelitian dan Pengembangan

PSM 2

Rama Agung Nur Pratama (Rama) merupakan peneliti muda di bidang hukum khususnya yang beririsan dengan disabilitas, gender, dan kelompok rentan dengan fokus utama lensa interseksionalitas. Ia menyelesaikan pendidikan pada studi Magister Hukum dan Kebijakan Kesehatan di Universitas Gadjah Mada (2023). Saat ini (2025), ia juga tengah menempuh pendidikan magister keduanya pada Magister Ilmu Hukum/LLM di Universitas Gadjah Mada.

Ketertarikan Rama ada pada isu hak asasi manusia, disability law and policy, hukum kesehatan, dan keadilan bagi kelompok rentan membawanya aktif dalam berbagai kegiatan riset, advokasi, dan pengembangan kebijakan. Ia terlibat dalam beragam penelitian kualitatif-kuantitatif, antara lain terkait isu perlindungan perempuan dan anak penyandang disabilitas, SOGIESC, LGBTQIA+, HIV/AIDS, etika penelitian, perlindungan data, bioetika, dan isu kerja perawatan. Saat ini, Rama aktif sebagai Research Assistant di Yayasan SAPDA, khususnya pada Divisi PSM SAPDA. Dalam perannya, ia terlibat dalam riset kebijakan, penyusunan modul dan publikasi, dan penguatan perspektif GEDSI dan human rights approach dalam kerja-kerja advokasi, layanan, dan pengembangan pengetahuan terkait penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Wulan Dwi
Agustina

Staff Media

PSM 3

Wulan Dwi Agustina (Wulan) merupakan lulusan dari Fakultas Dakwah, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Wulan bergabung dengan Yayasan SAPDA sejak 2026 dan aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan komunitas marginal di wilayah pedesaan. Saat ini, ia berperan sebagai Staf pengelolaan sumber daya dan media Proyek ACCESS (Advancing Climate-Resilient Communities through Empowering Sustainable Solutions in Gunung Kidul). Sebelumnya, ia pernah aktif di LPM Arena sebagai bagian dari Divisi Jaringan Komunikasi dan Redaktur Online, menjadi announcer di Rasida FM, dan mendirikan inisiatif Perempuan Bantu Perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *