Skip to main content

NARASI HASIL SIARAN BULAN JUNI 2014

Hari : Sabtu, 14 Juni 2014

Narasumber : Anis Sri Lestari, S. Pd

Tema : Pendidikan anak CP (cerebral palsy)

Bersama dengan Syafrina, bu Anis menyampaikan informasi mengenai CP (cerebral palsy). Bu Anis mengajak Syafrina, seorang penyandang CP yang telah berhasil menjadi seorang mahasiswa di UNY jurusan Pendidikan Luar Biasa dan saat ini sedang dalam proses mendaftarkan S2 di UIN Yogyakarta. Syafrina menyandang CP sejak lahir, namun karena penanganan yang tepat dan continue oleh orang tuanya maka ia pun dapat melanjutkan tingkat pendidikannya. Ia pun bercerita mengenai perjalanan akademisnya dari TK, SLB, SMP, SMA sampai dengan jenjang perguruan tinggi. Ia juga sudah menulis beberapa tulisan dan telah sering dimuat di surat kabar. Saat ini Syafrina mengajar di SLB Yapenas sudah 4 tahun ini. Bu Anis memberikan definisi mengenai CP, yaitu gambaran klinis kondisi seseorang yang diakibatkan luka pada otak, sehingga dapat mengakibatkan kelumpuhan dan lemah, dalam kondisi penyimpangan fungsi gerak. Bu Anis yang mana memiliki anak penyandang CP menyampaikan tipe-tipe CP seperti tipe kaku, tipe ini seperti semi plagia, quadric plagia, ataksit (selalu gemetar), diskinetik (spontan), dan tipe campuran. Anak dari bu anis terlahir normal, namun karena pada fase perkembangan tumbuh kembang anak menderita diare dan panas tinggi, lalu koma selama tiga bulan. Setelah itu diketahui bahwa ada cairan di batang otaknya sehingga harus di operasi, ini disebut meninghitis atau radang otak. Dalam mengasuh anaknya, tidak bisa sembarang orang yang merawatnya, karena anaknya akan memberikan respon berbeda jika tidak sesuai dengan keinginannya. Dahulu, pada setiap harinya anaknya bisa 15 kali terkena kejang, namun karena penanganan intensif, saat ini hanya 2 sampai 3 kali kejang per harinya. Anak CP dengan seperti ini, kejang terjadi tanpa sebab apapun, jadi orang tua yang yang harus mengenal sejak awal. Sudah berobat kemana-mana, sampai yang alternative pun sudah di coba, namun memang belum ada hasil yang maksimal, maka dari itu sekarang hanya menerima dan menunggu keadaan segera membaik. Yang paling penting saat ini adalah bagaimana membuat anaknya stabil, karena apabila dalam kurun waktu selama 3 bulan ini tidak mengalami panas tinggi itu sudah sangat baik menurut penyampaian bu Anis. Jumlah penelpon 4 orang.

NARASI SINGKAT SIARAN DI SINDO TRIJAYA FM

Dalam menyuarakan isu-isu mengenai anak dengan disabilitas, berikut cuplikan narasi singkat siaran di Radio Sindo Trijaya FM, 28 Agustus 2014 dalam program Parenting Corner :
Narasumber : Novia Rukmi
Tema : Peran Ibu dalam mengasuh Anak dengan Disabilitas
Disabilitas, menurut Bu Novi berpendapat bahwa mereka yang disabilitas memiliki kendala, hambatan dari mereka sendiri karena kondisi fisik, mental dan psikologi. Anaknya menyandang CP (cerebral palsy) yang merupakan disabilitas dengan gangguan kemampuan berpikir, dan CP ini cenderung mengalami disabilitas ganda. Pada awalnya, saat usia anak berumur 4 bulan ada yang berebeda, kondisinya tidak sesuai dengan anak seusianya, namun karena beberapa petuah dari orang tua, maka perbedaan kondisi tersebut tidak begitu dikhawatirkan. Di kala anak normal bisa berjalan pada umur 2 tahun, anaknya dapat berjalan pada saat usia 7 tahun, dan saat ini usia anaknya menginjak 12 tahun. Disabilitas anak, dapat dilihat dari 2 perspektif : yang pertama dari orang tua (hampir semua orang tua melakukan complain ke Tuhan, mengapa mereka yang mengalami hal tersebut, namun memiliki anak dengan disabilitas itu adalah sebuah anugerah, sebagai orang tua harus bisa bersyukur karena dengan itu orang tua diberikan anugerah yang sangat luar biasa); yang kedua dari luar (sesuatu yang aneh pasti terjadi ketika orang lain melihat anak Bu Novi ketika sedang berjalan-jalan, itu merupakan hal yang biasa dialami); dan dari kedua perspektif itulah bu Novi mulai mengadvokasi masyarakat tentang CP.

(more…)