Bagikan

Saat ini saya sedang menimba ilmu disebuah kota bernama Oulu yang terletak di sebuah negara yang katanya punya sistem pendidikan terbaik di dunia, yaitu di Finlandia. Di sini saya dan teman-teman mendapat kesempatan untuk berkunjung ke beberapa sekolah. Salah satu sekolah yang kami kunjungi adalah sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan difable. Saya berkesempatan berkunjung ke sekolah ini pada tanggal 29 Oktober 2012. Tulisan saya akan mengajak teman-teman untuk melihat lebih dekat bagaimana Finlandia memberikan perhatian pada difable dan anak-anak berkebutuhan khusus.
Sekolah yang kami kunjungi bernamaTervavayla (dibaca: Tervavaula). Sekolah yang terletak di pusat kota Oulu ini sudah berdiri selama hampir 100 tahun dan mempunyai beberapa unit. Unit yang saya kunjungi bernama Lahipito, mempunyai gedung yang baru dibangun pada tahun 2007. Gedung baru ini pernah menjadi sekolah dengan gedung terbaik di dunia. Seperti hampir semua sekolah di Finlandia, sekolah ini dibiayai oleh negara dan dapat diakses dengan gratis. Murid-muridnya berasal dari seluruh Finlandia dan beberapa datang dari luar Finlandia seperti Jerman dan negara-negara lain di Eropa Utara.


Sekolah ini didirikan khusus untuk memberikan pendidikan, rehabilitasi, dan perawatan untuk anak-anak dan remaja difable. Lebih khusus lagi, unit yang kami kunjungi mengkhususkan diri untuk difable yang membutuhkan bantuan dalam keterampilan berbahasa, mendengar, cacat fisik, kecacatan karena penyakit syaraf, dan kesulitan fisik yang disebabkan oleh kelainan spektrumautisme. Mereka juga berkerjasama dengan sekolah-sekolah di Oulu dan di luar Finlandia untuk memberikan terapi spesial bagi para siswa di sekolah tersebut. Sekolah ini juga menjadi tempat training, konsultasi dan konsultasivisitasi. Selain itu, mereka juga memproduksi materi untuk mengajar difable dan memberikan kursus tentang cara beradaptasi dengan difable.
Kurikulum yang mereka gunakan adalah kurikulum nasional biasa yang sudah diadaptasi berdasarkan kebutuhan setiap siswa. Setiap siswa mempunyai buku rencana pelajaran dan target pendidikan mereka sendiri. Kelas di sekolah ini dibagi berdasarkan usia siswa dan tingkat difabilitas mereka. Di dalam kelas biasanya hanya ada 3 sampai 4 siswa dan lebih dari satu orang guru dalam setiap pelajaran. Selain itu sekolah ini juga mempunyai terapis, fisioterapis, psikolog, dan perawat. Saat saya berkunjung kami berkesempatan melihat 3 kelas yang berbeda, sayangnya kami tidak berkesempatan untuk melihat proses belajar dari awal sampai akhir. Kami hanya berdialog dengan para siswa yang beberapa diantaranya berasal dari negara di luar Finlandia.
Kesan pertama saya saat berkeliling di sekolah ini adalah: LEGA..!!! Para difable membutuhkan ruang gerak yang luas agar mereka dapat bergerak lebih leluasa, gedung ini memberikan keleluasaan tersebut. Gedung di sekolah ini terdiri atas beberapa tingkat dan mempunyai unit-unit tertentu. Setiap ruangan dirancang dengan ukuran yang luas dan dihubungkan oleh koridor yang luas pula. Disetiap koridor terdapat alat bantu bagi para difable, seperti ring yang bisa digunakan oleh difable untuk membantu mereka berdiri atau bergerak, beberapa kursi roda juga tersedia di koridor.
Di lantai dasar terdapat kantin dengan langit-langit yang tinggi, ada perpustakaan, ada ruangolah raga yang besar yang penuh dengan alat latih, dan ada juga ruangan istirahat dengan kasur dan sofa yang nyaman bagi para siswa. Di sudut-sudut tertentu terdapat kursi-kursi nyaman untuk beristirahat. Di lantai dua terdapat ruang seminar, kelas-kelas yang luas, kamar asrama bagi parasiswa, dan juga terdapat ruang rehabilitasi fisik dan ruang kelas. Ruang kelas dan asrama bagi para siswa juga terdapat di lantai yang lain.
Hal terpenting yang kemudian terbersit di kepala saya adalah : semua ini GRATIS…!!! Bagi saya pribadi, hal utama yang saya pelajari dari kunjungan ke sekolah ini adalah betapa besar dukungan yang diberikan oleh pemerintah Finlandia untuk para difable. Konsep ‘Pendidikan Untuk Semua’ terlihat dari luas dan nyamannya akses bagi difable di sekolah ini.
Saya lalu teringat beberapa sekolah difable di Indonesia yang saya tahu secara pribadi atau pernah mendengar dari cerita teman-teman saya. Sekolah difable ataupun sekolah inklusi yang baik biasanya cukup mahal bagi masyarakat di Indonesia. Hanya sebagian kecil kelompok di masyarakat saja yang bias mengaksesnya. Sekolah-sekolah biasa milik pemerintah untuk para difable pun sering tidak memadai.
Kunjungan ke sekolah ini memperlihatkan kepada saya bahwa difable bukanlah manusia kelas dua yang tidak perlu diperhatikan. Justru ketika keterbatasan menjadi sebuah hal yang harus dihadapi, pendidikan di Finlandia memberikan akses dan dukungan yang lebih baik bagi para difable. Bagi mereka, pendidikan adalah hak siapa saja. Saya jadi bertanya-tanya, kapan ya Indonesia bisa seperti ini…???

by pipit

Leave a Reply

Your email address will not be published.