Produksi Film Sosialisasi Coivd-19 bagi Difabel

Produksi Film Sosialisasi Coivd-19 bagi Difabel

Di masa pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) ini siapa saja bisa terpapar, tak terkecuali penyandang disabilitas. Sejak virus ini mewabah ke berbagai penjuru dunia, banyak lembaga atau organisasi yang mengeluarkan dokumen panduan dalam menangani atau mencegah terinfeksi Covid-19. Akan tetapi, ada kelompok disabilitas masih minim mendapatkan sumber atau referensi pencegahan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Berangkat dari situasi tersebut, SAPDA melakukan produksi film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada disabilitas mengenai bahayanya virus Corona. Produksi film berlangsung di Desa Srimartani, Piyungan, Bantul pada Kamis, (16/04).

Film yang diberi sentuhan komedi ini dibintangi oleh Broto Rekso Wijayanto, Tio Tegar Wicaksono (Netra). Dwi (Tuli), Renny Setyanignrum (Fisik), Jumadi (Fisik). Film pendek yang berdurasi sekitar tiga menit ini menjadi cukup penting bagi disabilitas terutama dalam berinteraksi sosial, menjaga kebersihan diri dan alat bantu yang digunakan, hingga cara yang bisa dilakukan agar tidak terinfeksi Covid-19.

Tio Tegar, yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UGM mengaku senang dengan pembuatan video ini. Menurutnya, video sosialisasi yang disampaikan dengan komedi bisa lebih mudah dicerna. “Filmnya akan bagus karena disampaikan dengan cara yang fun,”ujar Tio.

Harapannya, video ini nanti bisa memberikan pemahaman bagi masyarakat luas bahwa ada kelompok rentan yang memiliki risiko lebih untuk terpapar Covid-19 karena kebutuhan mereka untuk berinteraksi dekat dengan orang lain, menyentuh beberapa benda di sekitarnya, atau bahkan mau tidak mau harus bersentuhan dengan pendamping. Penyandang disabilitas memiliki ragam, hambatan, dan cara yang berbeda dalam mengakses dan menerima informasi. Video yang diproduksi SAPDA ini bisa menjadi salah satu referensi yang digunakan.

Selain sosialisasi Covid-19 dalam bentuk video, SAPDA juga memproduksi sosialisasi dalam bentuk lain, yakni poster, infografis, dan buku panduan. Harapannya, semoga disabilitas tidak kekurangan informasi dan bisa melindungi diri mereka secara mandiri dari penyebaran Covid-19 ini.

Post Author: Media SAPDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *