SAPDA Asistensi Pembangunan Aksesibel di PN Yogyakarta

Pengadilan Negeri Yogyakarta kembali melakukan perbaikan layanan demi aksesibilitas lingkungan pengadilan yang ramah bagi penyandang disabilitas pada Sabtu, 22 Februari 2020. SAPDA diundang khusus oleh PN Yogyakarta untuk mengasistensi pembangunan guiding block di lingkungan pengadilan agar sesuai dengan kebutuhan disabilitas. Widodo Budi Santoso, sekretaris PN Yogyakarta menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan perbaikan aksesibilitas layanan sebagai…

Membekali Remaja dengan Produksi Media Inklusif

Workshop Analisis Sosial SRHR Inklusi berbasis Media sudah memasuki hari ke-3. Senin (3/2) ini peserta mendapat materi pembuatan Media Aksesibel oleh Yerry Niko Borang dari Engage Media. Yerry mengenalkan mengenai konvergensi media kepada 12 peserta remaja disabilitas dan tanpa disabilitas. Konvergensi media adalah bentuk bergabungnya berbagai jenis dan format media dengan perantara/platform internet. Munculnya konvergensi…

Mainstreaming Gedsi dan Riset untuk Remaja Disabilitas dan Tanpa Disabilitas

Diperlukan adanya prinsip keseteraan, terbuka dan penghargaan dalam mewujudkan masyaralat inklusi. Hal inilah yg didapat oleh 12 Remaja dan Remaja Disabilitas dalam Workshop bertema Pelatihan Analisis Sosial HKSR Inklusi Berbasis Media di Yogykarta pada hari pertama (1/2). Acara yang diselenggarakan SAPDA ini berlangsung dari Sabtu-Rabu (1-5/2). Pada Hari Pertama, mereka mempelajari Gender dan Inklusi Sosial….

SAPDA-LP2DER Selenggarakan Workshop Penyusunan Kebijakan Berperspektif Gender Disabilitas

SAPDA bersama dengan Lembaga Pengembangan Partisipasi Demokrasi Dan Ekonomi Rakyat (LP2DER),  Bima, NTB menyelenggarakan workshop penyusunan kebijakan berperspektif gender dan disabilitas pada Rabu (22/01). Workshop ini merupakan salah satu bagian program ICDRC (Inclusive Climate and Disaster Resilient Communities) atau Membangun  Ketangguhan Inklusif Bencana dan Perubahan Iklim yang didanai oleh DFAT melalui OXFAM. Workshop ini bertujuan…

SAPDA Melanjutkan MoU dengan Pengadilan Negeri Yogyakarta

Rabu (22/1), Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) kembali melanjutkan MoU dengan Pengadilan Negeri Yogyakarta. Kegiatan penandatanganan MoU ini dibingkai dalam kegiatan penyampaian laporan tahunan PN Yogyakarta. Dalam laporan tahunannya, Budi Prasetyo, Ketua PN Yogyakarta menyampaikan banyak capaian yang diraih lembaga yang dipimpinnya selama 2019. Capaian-capaian itu diraih dalam berbagai sektor, mulai dari perbaikan…

Menciptakan Ruang Aman dan Nyaman bagi Diifabel

Saat ini dibutuhkan ruang aman dan nyaman bagi teman-teman difabel dan non-difabel untuk mewujudkan Inklusi. Hal itulah yang mendasari Komunitas Positive Fighter menyelenggarakan kegiatan “Challenge to Change Society”, di Jogyakarta National Museom (JNM), Jum’at-Sabtu (20-21/12). “Perbedaan bukanlah hambatan untuk kita berkreasi bersama, berinteraksi dalam hubungan yang biasa di masyarakat tentu tanpa merendahkan salah satu pihak”…

Direktur SAPDA Raih Penghargaan Gender Champion

Direktur SAPDA, Nurul Sa’adah Andriani menerima penghargaan Gender Champion dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2), Senin (23/12). Penyerahan penghargaan ini berlangsung di Bangsal Kepatihan, Komplek Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi yang diberikan oleh banyak tokoh dalam upaya mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender di Yogyakarta….

SAPDA Latih Kader Sepeda Keren Kabupaten Trenggalek

Sebanyak 25 kader Sekolah Prempuan, Disabilitas, Anak dan Kelompok Rentan Lainnya (Sepeda Keren) mengikuti Bimbingan Teknis di Rumah Perempuan, Kabupaten Trengglek (18/12). Kegiatan yang merupakan inisiasi dari Pemkab Trenggalek ini mengundang SAPDA sebagai fasilitator pelatihan. “Keberadaaan disabilitas dipengaruhi cara pandang, budaya, dan kebiasaan masyarakat” terang Ayatullah RK, fasilitator dari SAPDA. Oleh karena itu, diperlukan adanya…

Mewujudkan Peradilan Inklusif bagi Disabilitas

Lembaga peradilan adalah ruang publik yang harus terbuka bagi siapa pun, termasuk penyandang disabilitas. Hal itu disampaikan Nuryanto, hakim senior di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dilakukan bersama SAPDA, Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (Mappi FH-UI) dan Australia-Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2) pada Selasa (10-/12).

PN Yogyakarta Meningkatkan Layanan Melalui Praktik Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas

Senin (14/10), SAPDA memberikan pelatihan cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas kepada para hakim dan staf di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Pelatihan ini berlangsung di Aula PN Yogyakarta dan diikuti oleh sekitar lima puluhan peserta. Pelatihan ini sebagai wujud keseriusan lembaga pengadilan untuk meningkatkan kapasitas anggota dalam melayani disabilitas di lingkungan kerja. Sebelumnya, pengadilan yang terletak di…