Gambar disabilitas dengan pensil dan guratan warna.

Wujudkan Emansipasi Perempuan Lewat Pendidikan yang Setara: Belajar dari Kartini & Helen Keller

Oleh: Rahardyan Harveyoga Pada 21 April setiap tahunnya, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membela emansipasi perempuan di Indonesia. Emansipasi bisa disebut sebagai pemberian hak kepada seseorang atau kelompok yang sebelumnya dirampas dan diabaikan dari mereka. Emansipasi memungkinkan perempuan mengembangkan peran yang setara dengan laki-laki dalam memajukan pembangunan masyarakat…

Read More

Menengok Aksesibilitas di Pengadilan Agama Yogyakarta

Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) menyelenggarakan roleplay uji coba aksesibilitas terhadap fasilitas di Pengadilan Agama Yogyakarta (7/12). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas MoU kedua lembaga, sekaligus sebagai peringatan Hari Disabilitas Internasional. Roleplay dipandu oleh Fatum Ade dan Rini Rindawati dari divisi Woman & Disability Crisis Center (WDCC) SAPDA. Turut hadir sejumlah individu…

Read More

[Pers Rilis] Merefleksikan Kembali Gerakan Bersama Mengawal Implementasi UU TPKS

Yogyakarta, 15 Maret 2024 –  Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia, Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) menyelenggarakan diskusi bertajuk “Perlindungan Penyandang Disabilitas dari Kekerasan Seksual: Refleksi Gerakan dan Implementasi UU TPKS” dengan dukungan pemerintah Australia melalui program Australia-Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2). Diskusi bertujuan untuk menengok kembali Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022…

Read More
Sampul buku Catahu Kekerasan Berbasis Gender dan Disabilitas 2022

[DOWNLOAD] Catatan Tahunan Kekerasan Berbasis Gender dan Disabilitas Tahun 2022

Yayasan Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA) meluncurkan Catatan Tahunan Kekerasan Berbasis Gender dan Disabilitas Tahun 2022. Catahu KBGD 2022 ini disusun dengan kolaborasi antara SAPDA bersama 26 lembaga penyedia layanan berbasis masyarakat dan pemerintah dari 12 provinsi di Indonesia, dan berhasil mendokumentasikan 81 kasus Kekerasan Berbasis Gender dan Disabilitas (KBGD) yang terlaporkan sepanjang…

Read More
SAPDA Sosialisasikan Pengadilan Inklusif di PN Karanganyar

SAPDA Sosialisasikan Pengadilan Inklusif di PN Karanganyar

Pengadilan merupakan salah satu ruang publik yang semestinya dapat diakses oleh siapapun. Hal ini disampaikan Fatum Ade, dalam sosialisasi pengadilan inklusif di Pengadilan Negeri Karanganyar pada Jumat (26/06). Ade melanjutkan bahwa setiap warga negara berhak mengakses ruang pengadilan. Setiap kelompok masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan memerlukan fasilitas dan layanan berbeda-beda, salah satunya adalah penyandang…

Read More
Gambar menunjukkan amplop berwarna coklat terang dengan tulisan PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PESERTA KELAS INTENSIF untuk Sekolah Riset Disabilitas Angkatan 2

PENGUMUMAN KEPESERTAAN KELAS INTENSIF SEKOLAH RISET PENYANDANG DISABILITAS Angkatan 2

Rangkaian pendaftaran, peningkatan kapasitas, penulisan abstrak, hingga wawancara sebagai proses penerimaan peserta sekolah riset penyandang disabilitas angkatan 2 telah selesai dilaksanakan. Kami menerima total lebih dari 80 abstrak proposal riset advokasi dari 115 pendaftar. Abstrak proposal yang masuk memiliki karakter, isu, persoalan, dan gaya penulisan yang beragam. Seluruh abstrak merupakan karya dan kekayaan intelektual penulisnya…

Read More
Foto menunjukkan perempuan muda berambut hitam sedang memegang mikrofon dan berbicara dalam kegiatan sosialisasi hasil baseline tingkat kelurahan

Sosialisasikan Hasil Baseline Program ACCESS: SAPDA Mendorong IntegrasiGEDSI di Kalurahan Katongan

Rabu, 5 Augustus 2026 – Membangun desa yang inklusif dimulai dari memahami siapa saja yang masih berisiko tertinggal dalam pembangunan. Melalui Project ACCESS, Konsorsium yang terdiri dari Habitat for Humanity Indonesia, Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA), dan SPEK-HAM berupaya memastikan bahwa perempuan, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya memiliki kesempatan yang setara…

Read More
Tangkap layar zoom sekolah perempuan disabilitas yang menampilkan fasilitator, narasumber, JBI, dan peserta kelas

Perempuan Disabilitas Bergerak: 20 Perempuan Penyandang Disabilitas dari Seluruh Indonesia Ikuti Sekolah Perempuan Disabilitas Tahap Pertama yang Diselenggarakan oleh SAPDA dengan dukungan Women’s Fund Asia (WFA)

Bagi perempuan disabilitas, kesetaraan adalah perjuangan panjang yang saat ini belum sepenuhnya tercapai. Perempuan disabilitas tidak hanya menghadapi berbagai masalah ketimpangan dalam kondisi masyarakat patriarki, tetapi juga harus berjuang agar suara mereka didengar dalam gerakan perempuan secara umum. Dalam hal ini, stigma masih kuat melekat terhadap perempuan penyandang disabilitas, di mana masyarakat dengan pandangan ableism…

Read More