“ Who am I dan Memahami Jati Diri “

Untuk transformasi pemahaman secara mendalam dan mendorong perluasan issue tentang Difabilitas, Gender dan Kespro kepada stakeholder ataupun komunitas di dalam dan diluar komunitas difabel, Lembaga SAPDA mengadakan sekolah untuk perempuan dan perempuan difabel yang materinya mengenai 3 issue yaitu tentang Difabilitas, Gender dan Kesehatan Reproduksi. Sekolah dilaksanakan mingguan yaitu tiap hari Sabtu dan dimulai pada…

Read More

DISKUSI DENGAN POLGOV JPP UGM

Perempuan di era modern saat ini bebas berekspresi, mampu menunjukkan kompetensi, mampu bersaing, dan dapat menjadi seorang pemimpin. Dalam hal berorganisasi, perempuan pun memegang peran yang penting dan menduduki posisi yang isgnifikan, seperti menjabat sebagai seorang legislative di kursi pemerintahan. Belajar dari pemilu legislative tahun 2014 lalu, Polgov JPP UGM mengadakan diskusi dengan tema ”…

Read More

Situasi Kerentanan Perempuan Disabilitas dalam Siklus Kehidupannya

Penyandang disabilitas sebagaimana manusia/individu yang lain terlahir sebagai bayi, bertumbuh dan berkembang secara fisik dan mental menjadi anak-anak, remaja, dewasa dan akhirnya lansia. Namun tidak dapat ditampik bahwa tidak semua penyandang disabilitas dengan keberagamannya memiliki keberuntungan untuk menikmati masa pertumbuhan dan perkembangannya sebagaimana individu yang lain. Beberapa individu disabilitas terhambat atau mengalami persoalan dalam proses/masa…

Read More
Suasana ToT Kader Inklusi Tahap 2

Kader Inklusi Berperan Penting Dampingi Keluarga Anak Disabilitas

Puluhan kader inklusi dari 4 Kemantren di Kota Yogyakarta mengikuti training of trainer perlindungan khusus anak penyandang disabilitas tahap 2 yang diselenggarakan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) pada Rabu (2/6). Para kader pun diharapkan mampu memberikan pendampingan kepada keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas. Konselor Psikologi Rumah Cakap Bermartabat (RCB) Putrawansyah, salah satu…

Read More
Nurul Saadah, Direktur SAPDA, mengenakan baju berwarna biru dan membawa mic. Nurul sedang berbicara dalam rangka menyambut peserta kelas riset offline

Dukung Pelibatan Penyandang Disabilitas dalam Penelitian, Kelas Riset SAPDA Tahap 2 Digelar Selama Tiga Hari di Yogyakarta

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para periset penyandang disabilitas, yang diharapkan dapat memimpin riset untuk pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, SAPDA bermitra dengan CBM Global Indonesia, dengan dukungan penuh dari KONEKSI melaksanakan Kelas intensif Offline: Sekolah Riset Penyandang Disabilitas (Disability Lead Research) Tahap 2, secara luring di Yogyakarta (4/8/25). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memposisikan penyandang…

Read More

Perempuan Disabilitas Perlu Perhatian Lebih

Perempuan dengan disabilitas masih mengalami hambatan dalam berkeluarga dan memilih pasangan hidup. Hal itu disampaikan Nurul Saadah Andriani dalam forum International Conference Disabilitas on Diversity in Asia (ICDDA) yang berlangsung di Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya, Malang pada 24 September 2014. Acara yang berlangsung selama dua hari ini (24-25 September) merupakan kerja sama antara Universitas Brawijaya…

Read More
Sampul Catahu RCB SAPDA 2021

[PERS RILIS] Layanan Rumah Cakap Bermartabat SAPDA Terbitkan Catatan Tahunan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender & Disabilitas Tahun 2021

Yogyakarta, 17 Febaruari 2022 – Layanan penanganan kekerasan Rumah Cakap Bermartabat Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (RCB SAPDA) menerbitkan Catatan Tahunan (Catahu) pendampingan kasus kekerasan berbasis gender dan disabilitas selama tahun 2021 melalui webinar bertajuk “Akomodasi yang Layak: Prinsip yang Harus Menular” pada Kamis 17 Februari 2022. Kegiatan ini berlangsung dengan dukungan dari Pemerintah…

Read More
Gambar JBI dari dekat, menampilkan gerakan tangan yang menunjukkan bahasa isyarat.

Ketika Sertifikasi Juru Bahasa Isyarat Menghambat Penanganan Kasus

Beban legalitas kemampuan Juru Bahasa Isyarat (JBI) menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendampingan penyandang disabilitas Tuli yang berhadapan dengan hukum. Teman-teman JBI Dengar maupun JBI Tuli misalnya, sering kali menerima penolakan hanya karena tidak memiliki sertifikat kemampuan bahasa isyarat. Akibatnya, pemenuhan hak atas akomodasi yang layak bagi teman Tuli menjadi terhambat. Arini, koordinator lembaga layanan…

Read More