Menengok Situasi Kerentanan Anak Disabilitas di Lingkungan Pendidikan

Hak anak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang inklusif belum benar-benar terpenuhi. Ketika sudah mendapatkan akses pendidikan pun, lingkungan sekolah belum sepenuhnya bisa menjadi ruang aman bagi anak penyandang disabilitas untuk belajar dan berkembang. Setidaknya demikian salah satu gambaran temuan dalam riset anak penyandang disabilitas yang dilakukan oleh SAPDA pada tahun 2022 lalu. Riset ini…

Read More

Lembaga Layanan Sipil dan Pemerintah Dukung SAPDA Wujudkan Sistem Rujukan Inklusif

Riset yang diterbitkan Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) menunjukan bahwa sistem rujukan antar lembaga layanan, terutama di Kota Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih berlaku secara umum dan belum memperhatikan kebutuhan khusus bagi perempuan dan penyandang disabilitas. Berbagai pemangku kepentingan memberikan respon positif lewat komitmen untuk mendorong sistem rujukan yang lebih inklusif….

Read More

Telah Dibuka Sekolah Riset bagi Penyandang Disabilitas

SAPDA dan KONEKSI dengan dukungan DFAT membuka kelas di Sekolah Riset SAPDA bagi teman-teman Penyandang Disabilitas di indonesia. KONEKSI adalah inisiatif kolaboratif di bidang penelitian dan inovasi yang mendukung kemitraan antara organisasi Australia dan Indonesia untuk kebijakan dan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Didukung oleh Pemerintah Australia dan Indonesia, program ini mendorong kemitraan penelitian yang…

Read More

NARASI HASIL SIARAN BULAN JUNI 2014

Hari : Sabtu, 14 Juni 2014 Narasumber : Anis Sri Lestari, S. Pd Tema : Pendidikan anak CP (cerebral palsy) Bersama dengan Syafrina, bu Anis menyampaikan informasi mengenai CP (cerebral palsy). Bu Anis mengajak Syafrina, seorang penyandang CP yang telah berhasil menjadi seorang mahasiswa di UNY jurusan Pendidikan Luar Biasa dan saat ini sedang dalam…

Read More
Gambar berisi perempuan mengarahkan telapak tangannya ke hadapan kamera sebagai simbol perlawanan terhadap kekerasan.

Implementasi UU TPKS Pada Kasus Disabilitas Masih Menyisakan Catatan

Sudah lebih dari satu tahun Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) diterbitkan, namun implementasinya di dalam penanganan kasus masih menyisakan berbagai catatan. Situasi ini tidak terkecuali pula pada kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi pada penyandang disabilitas. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi yakni berkaitan dengan pemenuhan akomodasi yang layak….

Read More

Satgas COVID-19 Dihimbau Berperan Aktif dalam Penanganan Kekerasan

Sebagai upaya untuk merespon meningkatnya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap kelompok rentan selama masa pandemi, Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) melakukan peningkatan kapasitas kepada Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 di Kota Yogyakarta terkait penanganan kekerasan di masa pandemi pada 15-18 September 2021. Peningkatan kapasitas ini merupakan rangkaian dari program Active Citizens…

Read More
Covid-19, Suara Difabel: Jangan Lupakan Kami!

Covid-19, Suara Difabel: Jangan Lupakan Kami!

Dalam situasi pandemik Covid-19 yang membahayakan ini, penyandang disabilitas/difabel merupakan bagian yang paling rentan dalam masyarakat. Seringkali anggota kelompok kami memiliki kerentanan berlapis, ketika yang bersangkutan sekaligus adalah anak-anak, orang tua, dan juga perempuan difabel yang sedang hamil. Sayangnya, kerentanan difabel dalam situasi ini belum direspon secara komprehensif oleh pemerintah. Dari sekian banyak informasi publik…

Read More