BULETIN SAPDA EDISI 21 : INTERNASIONAL DIFABEL DAY, BAGAIMANA DI INDONESIA?
buletin difabel sapda jogja edisi 21
buletin difabel sapda jogja edisi 21
__________Yayasan SAPDA (Sentra Advokasi Perempuan dan Anak) memutuskan nama-nama di bawah ini dinyatakan “LOLOS” untuk seleksi Tahap I untuk open recruitment Konselor Psikologi Yayasan SAPDA. Nama-nama yang dinyatakan lolos dipersilahkan untuk memeriksa kotak masuk email masing-masing untuk melihat informasi lengkap mengenai tahap berikutnya. Salam inklusi!
Setiap orang memiliki hak untuk mengakses pengetahuan terkait isu kesehatan seksual dan reproduksi. Namun dalam realitanya banyak kelompok yang belum bisa menjangkau hak tersebut, terutama kalangan perempuan disabilitas. Ini membuat mereka rentan menjadi target kekerasan seksual. Persoalan tersebut berhasil dibuktikan lewat penelitian bertajuk ‘Lampu Merah Kekerasan Seksual pada Disabilitas’ karya Hawa Ahda. Hawa sendiri melakukan…
Tim WDCC melakukan perjalanan ke Lombok NTB 5-8 Maret 2017 yang diwakili oleh Rini Rindawati dan Nina Musriyanti. Tujuan perjalanan ini untuk menggali informasi bagaimana pelayanan yang diberikan oleh stakeholder bagi perempuan disabilitas yang mengalami kekerasan. Informasi didapat lewat wawancara ke lembaga penyedia layanan antara lain: UPPA Polres NTB, DP3AP2KB, Kejaksaan Negeri, Dinas Sosial, Paramitha,…
Pelayanan disabilitas di ruang lingkup pengadilan sudah seharusnya menyesuaikan dengan kebutuhan setiap ragam disabilitas. Atas dasar itulah Pusat Penelitian Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung (Puslitbang MA) berkunjung ke kantor SAPDA untuk melakukan penelitian pada Kamis, (02/07). Penelitian yang bertajuk “Standarisasi Pelayanan Disabilitas di Pengadilan” ini bertujuan untuk memenuhi hak dan kebutuhan penyandang disabilitas yang…
Mandat perlindungan terhadap perempuan dari segala bentuk kekerasan telah tertuang di dalam berbagai peraturan. Di level internasional, kita mengenal Convention Elimination of All Forms of Discrimation Againts Women (CEDAW) yang telah diundangkan dengan nomor 7 tahun 1984. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang meratifikasi konvensi tersebut. Spesifik perempuan penyandang disabilitas, Indonesia juga sudah meratifikasi…
SAPDA dalam Program SRHR telah melakukan diskusi dan penyuluhan kesehatan reproduksi kepada remaja dan orangtu yang memiliki anak disabilitas. Diskusi dan penyuluhan SRHR di lakukan ke beberapa jaringan/ komunitas, baik yang berada di kota Jogja, maupun di Kabupaten Bantul. Dikarenakan belum banyak perkumpulan / komunitas orangtua yang memiliki anak disabilitas maka lembaga SAPDA berinisiatif bekerjasama…
Bagi perempuan disabilitas, kesetaraan adalah perjuangan panjang yang saat ini belum sepenuhnya tercapai. Perempuan disabilitas tidak hanya menghadapi berbagai masalah ketimpangan dalam kondisi masyarakat patriarki, tetapi juga harus berjuang agar suara mereka didengar dalam gerakan perempuan secara umum. Dalam hal ini, stigma masih kuat melekat terhadap perempuan penyandang disabilitas, di mana masyarakat dengan pandangan ableism…
buletin difabel sapda jogja edisi 7